Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..

Rabu, 26 November 2014

Tentang Ego

Ego, apa sih ego  itu ? Entahlah. Ya pasti , biasanya ia dikonotasikan dengan hal negatif. Dimana naluri seseorang yang cenderung mempertahankan eksistensi dirinya. Hmm.. kalo dalam di Islam, mungkin bisa dikatakan sebagai gharizah baqa’. Berbicara tentang ego, ada beberapa hal yang unik dari ego ini. Hal ini aku sadari dari banyak hal, mulai dari pengalaman sendiri, orang lain, dan juga petuah .

Bagi kita, mungkin untuk mengukur seberapa besar ego seseorang liat saja kesehariannya. Apakah dia lebih mementingkan dirinya sendiri atau tidak. Apakah dia berfikir tentang orang lain atau tidak. Apakah tindakan dan perkataannya arogan atau enggak. Sebetulnya agak gampang nemuinnya, karena spesies ini ga sedikit. Tapi ternyata aku baru menyadari, seseorang yang egonya gede alias gharizah baqa’ nya gede gak selamanya ber’penampakan’ kayak gitu.  Bahkan bisa aja yang dari luar ayem diem aja dan kurang menonjol ternyata baqa’ atau egonya gede lo..!

Jumat, 07 November 2014

Budak Intelektual

Suatu hari , di mata kuliah yang paling nge BT in. BUkan karena materi kuliahnya yang susah atau gak jelas . Ini mata kuliah yang penting banget, apalagi untuk menjadi seorang pendidik. Tapi karena sang dosen sudah memberikan first impression yang jelek dari pertemuan awal.. mmbuat semuanya berubah.

Nah, seperti biasa selepas presentasi.. sang bapak komen-komen gitu dan memberika petuah. Ini itulah.. yang kadang g nyambung . Malah beberapa kali ngajakin kita ikut asuransi dia.. karena dia agen asuransi.. Dan kalo ikut beliau,, insya Allah dapet nilai A. Kacau kan emang tuh dosen. Nah, kekesalan itu belum seberapa setelah si bapak akhirnya membuat gue kesel banget dan rasanya pengen adu fisik.

Selasa, 04 November 2014

Tuhan, maafkan aku

Tuhan...
Maafkan aku.

Aku tahu diri ini hanyak seonggok danging berakal
Tak tahu diri, serta berangan tinggi
Diri hina, namun sering membangga

Tuhan ,...
Maafkan aku

Kamis, 23 Oktober 2014

Ekspektasi vs Realita

Suka banget kata-kata ini " Ekspektasi" " Realitaaa !". Gara-gara booming dan sering nongol di indovidgram. Nah, pada tulisan kali iini. Aku Cuma mau share sesuatu aja.. yang baru dialami 3 minggu belakangan ini.

 Pernah denger kata “ Just be your self” ?
Jujur, aku baru nyadar makna dari kata-kata itu akhir-akhir ini. Dan sempet rada nyesel banget.. kenapa gue baru sadar sekarang.. but never mind lah ya.

Nah, buat orang korelis kayak gue. Hidup ini punya banyak ambisi bro.. ini itu lah. Capai ini, capai itu. Ekspektasi gue tinggi banget sama diri sendiri begitupun sama orang lain. Dan kadang-kadang itu yang buat kita terlalu tegang dengan diri sendiri, dan begitu kondisi tidak ideal atau pun realita tidak sesuai dengan ekspektasi.. karena tidak dsertai dengan Allah .. akhirnya kecewa berat bro.Sempet ada suatu masa, aku nyalahin diri sendiri. Tapi ada salah satu  my greatest friend bilang , mungkin karena kita terlalu mematok ekspektasi pada drii kita dan akhirnya kecewa. That’s the point, gue underline, bold, capslock. Itu mungkin salah satu penyebab akhirnya kadang hidup kita kurang enjoy.

Selasa, 30 September 2014

Pergaulan Yang Baik



Tulisan ini aku recommend banget  bagi orang yang ngerasa jenuh banget sama pergaulan d kampus yang amburadul dan jauh dari Islam. Recomend banget, apalagi yang sampe nangis karena bingung harus buat apa n ga punya temen sepemikiran. As we know , kampus adalah tempat dimana semua jenis orang berkumpul. Mulai dari yang paling bejat ampe yang paling sholeh n unpredictable. Dan itu yang mmbuat, kampus menjadi sangat heterogen. Buat orang tertentu, justru keaneka ragaman itulah yang mmbuat mereka senang disana. Tapi bagi bberapa yang lain, melihat kondisi yang tidak ideal, pergaulan kacau balau, pragmatisme dimana2 serta sarat akan pemikiran asing.. mmbuat kita terkadang jenuh banget. Dan rasa pengen kluar dari itu semua. Merasa ?

Yup, kalo kita ingin menuruti hawa nafsu kita. Melihat interaksi perempuan laki2 kacau balau, aurat dimana-mana, pragmatisme luar biasa, jujur aku juga rasanya pengen banget kabur dari situ. Dan hanya dateng ke kampus kalo kuliah doang abis itu pergi n g bergaul. Malah .. abis dari kampus bawaannya kesel wae, dan pengen nangis karena ga ada temen yang klop n sepemikiran. 
 Tapi, barusan beberapa menit atau jam  sebelum aku nulis ini nemuin artikel d web Hizbut-tahrir.or.id <------ baik.="" et="" isinya="" nbsp="" p="" pergaulan="" recommended="" s="" see..="" tentang="" yang="" yng="">

Setengah Agama

Setengah agama. Buat anak kuliahan, kayaknya kata2 itu sensitif banget. Ya.. apalagi yang punya obsesi  cepet2 nikah.. kayaknyan begitu denger kata2 itu. Skeetika hormon adrenalin meningkat, feromon menguasai tubuh dan oksitosin membuncah tapi gak tau harus ke siapa.

di kampus juga gue sering denger istilah JOSH ( jomblo sampai halal..) wueek.! , atau apalah yan kayakya menunjukan bahwa sang peggiat slogan itu adalah orang yang cinta nikah muda. Wanna know my opinion ?

Jujur, kalo kita standarkan pada hukum syara'. ga da yang salah dengan kata2 itu. Toh itu juga bagian dari syariat agama. But , kalo menurut gue ada fenomena timpang alias gak balance yang kebetulan terbaca oleh gue. And this is my opinion ! ^^

Kamis, 25 September 2014

3rd Semester

Welcome 3rd Semester ! Meski mungkin telat karena udah lewat 1 bulan.. tapi g da salahnya gue post ini. Yang baca ,, doain ya semester ini sukses terlewati ! Baik dari akademik maupun dakwahnya. Hope you always lucky dear..! But lucky is created by our self !


Kamis, 18 September 2014

Bukan pilihan, tapi kewajiban

Haiii my lovely blog. Dah lama tak bersua. Akhirnya setelah sibuk berkutat dengan semester pendek buat percepatan , serta ngurusin acara ini itu. sempet juga nulis di sini.

Oke. disini cuma mau share pendapat aja yang menurut aku menggelitik. Suatu hari , waktu dikelas ceritanya sambil nunggu dosen. Aku bagiin leaflet acara training di kampus ke temen2. Termasuk ke temen deket aku. " hayuuu ikutan.. yuukkk"
" enggak ah.. nti gua di doktrin"

gue bilang " enggaklah... masa doktrin.. orang ini ngajak mikir. Kalo doktrin itu.. misalnya ini ijo, trus gue paksa ke elu ini biru.. nah baru itu doktrin"
Temen gue senyum aja, terus lanjut gue " kalo kita takut terdoktrin, tandanya kita itu sebetulnya udah terdoktrin klo kita itu bakal terdoktrin ". Abis itu dia ketawa.

Rabu, 13 Agustus 2014

Citra Diri



Citra diri. Bagi sebagian orang, ini adalah hal yang sangat penting dalam diri mereka. Hingga citra diri harus dibanguns sedemikian rupa agar semua orang kagum padanya. Ya.Sudah merupakan hal yang wajar kita ingin selalu dianggap baik oleh semua orang. Wajar jika diri ini ingin diperlakukan dengan hormat, penuh dengan rasa sungkan dan kagum oleh semua orang. Ya. Itu adalah wajar. Dan hampir semua orang ingin diperlakukan seperti itu.
 
Namun . rupanya terkadang diri kita tak sadar, bahwa dalam diri kita yang terdapat gharizah baqa’ di dalamnya sering kali terdapat jebakan Syaitan. Ya Syaitan. Yang selalu membisiki hati ini untuk memakai topeng
pada semua orang . Sering kali diri ini dipenuhi dengan rasa riya’. Memamerkan aktifitas kebaikan kepada semua orang. Baik secara langsung bahkan kini merambat ke media sosial.

Selasa, 08 Juli 2014

Pemilu :Gara- Gara jari

Sekali lagi saya nyolong dari orang lain.. mudah-mudahan lebih kebayang :)

Alkisah, disuatu pengadilan massal yang anti korupsi, anti kolusi, dan anti gratifikasi.

HAKIM : ”Hai Fulan, kenapa anda minum minuman keras, bukankah itu perbuatan dosa dan maksiat?”

PEMABOK : ”Betul pak Hakim, saya bersalah. Tapi bukankah saya hanya bisa mabok kalau ada yang menjual minuman keras itu?”

HAKIM : ”Hai kamu pedagang miras, kenapa kamu menjual minuman keras?, bukankah menjual miras itu perbuatan dosa dan maksiyat?”

President Election

Semoga tulisan yang satu ini gak kadaluarsa. Karena pemikiran untuk kebangkitan gak kan kadaluarsa.



Menjelang pemilihan presiden kali ini semakin panas. Menjelang hari H, kampanye bukan dilakukan oleh timses presiden tapi sama pendukungnya yang entah kadang pake logika aneh. Bawa-bawa dalil. Dll. Padahal sejatinya ketika kita memilih pemimpin , yuu kembalikan lagi pada standar hukum syara’, sperti apa syaranya, siapa yang harus kita pilih sekaligus sistem apa yang wajib kita pakai.

Beberapa momen di kampus, sempet denger ocehan para mahasiswa.
X: “ Mau milih ga ?”
Y : Enggak tau..euy ..

Ada juga z : Gimana milih no berapa ?. Udah istikhoroh belum “
Y : saya mah milih * tuuuut* yang penting gak golput.

Kamis, 03 Juli 2014

Pemikiran

Sakit hati. Sakit hati. Sakit hati. Sakit hati. Sakit hati.


Ya.. aku yakin semua pernah sakit hati. Entah karena perkataan, perbuatan atau diamnya orang seseorang. Memang diri ini kadang tak bia berfikir logis , hingga amarah memuncak. Dan nafsulah yang menguasai diri ini. Namun, seseorang pernah berkata yang membuatku tertegun, kurang lebih begini " bertindaklah melalui pemikiran , bukan perasaan"

Ya , akhirnya aku mengerti. Ketika seseorang semata-mata bertindak mengikuti perasaannya. Maka yang ada, tingkah lakunya pun tidak akan berstandar pada hukum syara. Melainkan hawa nafsu dan ego semata. Siapa di dunia ini yang tidak ingin melampiaskan marahnya ? Siapa pula yang selalu ingin menyimpan rasa cintanya ? Siapa juga di dunia ini ingin terus mengalah ? Tidak ada. Namun disitulah letak kemenangan kita. Disaat mampu mengontrol diri ini secara jernis dan dewasa.

Selasa, 01 Juli 2014

Kisah Pohon Apel

Satu lagi.. saya dapet tulisan bagus. Setelah mengubek ngubek artikel di laptop. Semoga bermanfaat



Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu.

Children



Seseorang pernah bilang , “ bagi anak kecil , bahagia itu sederhana”. Aku tertegun. Hmm.. ternyata bener. Pernah liat anak kecil kan ? Bagi mereka , bahagia itu simple.
Cukup mandi bola , mereka bahagianya luar biasa. Cukup makan permen yang iklannya ada di tv, mereka sudah bahagia. Cukup diajak jalan-jalan naik sepeda ke luar, mereka sudah bahagia. Hanya dengan bermain dengan boneka nya... mereka sudah tersenyum lebar dan tertawa dengan riang. Ya... bahagianya melihat mereka bahagia.

Titik Terlemah

Sperti biasa agenda rutin saya ialah ngecek info di jejaring sosial. Eh ada tulisan salah seorang teman. Sebetulnya udah sering ngeliat tulisan ini. But, entah kenapa jadi jleb.. beda saat baca yang lain.

"ngatlah nak... Allah selalu menguji kita di titik-titik terlemah dalam diri kita..
jika kelemahanmu adalah mudah tersinggung,maka Allah akan mempertemukanmu dengan orang-orang yang mudah membuatmu tersinggung,
jika kelemahanmu adalah kesombongan,maka Allah akan mengujimu dengan perkara-perkara yang semakin menjadikanmu sombong..
begitu seterusnya nak,Allah tidak akan menguji dalam tataran kekuatanmu, Allah akan tetap mengujimu di titik-titik terlemahmu sampai kau mampu melewati ujianNya dan naik kelas ke level selanjutnya..
#halqahkecilsemalam"


Senin, 30 Juni 2014

Perfect dumelan




Haii... how’s your fasting ? Hope always nice. Okeh disini gue cume pengen nuangin sekelumit pemikiran gue yang udah bersemayam syahdu dan gak dikeluarin lewat tulisan. And this is my dumelan.

Kemarin waktu pulang nyari bukaan di sekitar kosan. Gue dinampakan fenomena yang bikin gue kesel, jijik, kasian, sedih .. gak tahu apalah. Waktu itu lihatnya cuma sekilas sii soalnya gue naik motor. Jadi gak bisa merhatiin detail. Di lapangan deket kosan gue, berkumpulah sosok teteh, dengan kerudung gombrang, bajunya muslimaah sekalee meski gak syar’ii. Kalo liat mukanya .. sumfeh adem banget. Gue aja iri. Mereka bawa bawa bendera merah putih ... dan ...gue cengo dulu. Ntar,.. ini ramadhan kan ?  bukan 17 agustusan.  Pas dilihat lagi.. wah  ada lambang garuada merah. Waah rupanya mereka adalah simpatisan salah satu partai. Dan masih banyak waaah yang lainya.
Dan dengan IKHLAS nya mereka .. pake atribut partai.. dan prediksi gue.. mereka mau ngabuburit sambil kampanye.

the answer is ?



Achievement. Terinspirasi dari one of my best friend, akhirnya pengen nulis ini. Kalo kamu ditanya apa prestasi terbesarmu selama 1 tahun terakhir  ? So, the anwer is ?
Biasanya kalo kita mau masuk kerja, tes sesuatu, atau organisasi biasanya kita bakal ditanya sama pertanyaan ini. Persis like me and my friend..

But disini gue bukan bermaksud untuk ngasih bocoran jawaban kalo elo dikasih pertanyaan kayak gini sama calon boss lo atau kakak tingkat lo. Bukan. But gue nulis ini supaya kita sadar dan lebih memaknai apa arti prestasi alias achievement.

Ketika dilontarkan pertanyaan tadi, jawaban yang muncul bermacam macam . For example, “ gue juara 1 lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional” “ gue juara.. bla.. blaa”. But ada juga yang dengan PD nya “ prestasi terbesar saya adalah ketika saya tetap istiqomah dalam keimanan”... ada juga “ Losing fear and dare to dream”..Tapi buat yang pesimis, malah jawab “ saya g punya prestasi apa2”

Sabtu, 28 Juni 2014

Memaknai Kehilangan

Ceritanya ngubek ngubek email yang udah bulukan karena jarang dibuka. Maklum email saya ampe 5 biji. Ehh.. dpet kriman yang bagus nih. Dan pas banget kalo kita emang lagi dpet kejadian yang pas,.. Selamat membaca

Memaknai Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang  sangat dicintainya.
Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia  memutuskan untuk mengawetkan mayat  suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Hanya pada yang tepat




“Untuk menjadi seseorang yang akan mengurusi hal besar, setidaknya kita harus mampu mengurusi yang kecil terlebih dahulu. “ 

Ya.. kata-kata ini dulu tak pernah kukenal. Aku hanya bermimpi.. terus bermimpi kelak kan menjadi orang besar. Wanita yang kuat super hebat dan bla bla bla.. entah hingga baris keberapa deretan mimpii itu. 

Tapi rupanya Allah masih sayang pada hambaa kecil ini. Ia masih mengingatkanku. Bahwa rupanya untuk mejadi seseorang yang besar, bukanlah layaknya menerbangan debu di persemaian. Ia butuh sebuah jembatan kuat nan kokoh tuk dilewati. Dan kitalah yang membangun jembatan itu.
Butuh sebuah pribadi yang kuat, untuk amanah yang luar biasa. Jujur , aku baru saja menyadari.  Bahwa amanah besar hanya akan singgah pada jiwa yang besar pula.  Amanah tak kan hinggap pada pribadi yang rapuh. Dan Syurga tak kan hadir pada orang yang tak diberi amanah ? Mengapa  ? karena diri ini juga amanah. Maka kesimpulannnya buatlah dirimu menjadi pribadi yang besar, hingga ladang syurga itu akan mendekati dirimu dengan sendirinya.

Kamis, 29 Mei 2014

Rupanya Belum



Suatu hari , sebut saja mawar. Melakukan aktifitas rutinnya untuk bertemu dengan seorang teteh yang selama ini mengajarkannya ilmu Islam. Disitu dia ebrcerita tentang banyak hal. Kemudian terceletuk dari sang teteh . “ mawar itu belum dewasa ....”. Deg,... Mawar tertegun. Bukan karena tersinggung.. tapi mencoba berfikir apa itu dewasa. 

“ Dewasa itu ketika kita mampu menundukan segala sesuatu sesuai dengan hukum syara’.. baik itu marah, senang , sedih, suka benci semua ditundukan dalam hukum syara’ “. Ya, mawar tertegunn mengingat hingga hari ini dia belum mampu myalurkan marah atau rasa tidak sukanya sesuai dengan huku syara’. Melakukan sesuatu kadang masih sesuai dengan mood, memenangkan rasa malas dalam beberapa aktifitasnya. Mawar pun kadang masih menyukai hal-hal yang belum tentu dibolehkan dalam syara’.  Mawar kembali merenung “ sekian lama.. aku mengkaji namun kedewasaan belum nampak.. “

Kamis, 15 Mei 2014

Membumikan Cinta

Membumikan cinta?
Aku terbahak-terbahak mendengarnya
Apakah cinta ku ini melangit ?
 Ah, tidak juga

Namun, apakah mereka merasakannya ?
 Rupanya tidak ..
Ya, aku pun mengerti

Mungkin aku

Detik mungkin telah jenuh membisu
Mendengarkan dalam sunyi
Menyimpan rasa dalam gelap
Kala jiwa ini terasuki bisikan nista

Ya, entah karena rayuan keji
Atau nelangsa yang begitu rupawan
Tapi hati ini tak rela direnggut oleh waktu
Berkutat dalam perasaan yang nista
Yang seharusnya tak boleh kusentuh

Dari Sang Jelata

Mimpiku mulai membiru
Melanjutkan kecemburuanya pada singasana kejenuhan
Rupanya gundah ini berpusat dari malam itu
Tepatnya harus kulupakan
Karena rindu itu tak pernah kau gugu

Aah, rasa dingin itu kerap mederaku
Membangunkanku bahwa kau kadang ilusi
Namun apa daya siapa diriku ?
Rakyat jelata yang mengharap mahkota

Jumat, 09 Mei 2014

Koalisi, untuk partai atau negeri ?



Pemilu 9 april telah dilewati namun bukan berarti hawa pesta demokrasi selesai. Masih ada 3 bulan lagi menuju pemilu presiden. Dengan memegang hasil pemilu legislatif, partai politik pun kini merancang strategi untuk memperebutkan Istana. Setiap lembaga survei memang punya angka yang berbeda. Namun setidaknya semua memiliki nama yang sama tentang siapa pemenang pemilu kemarin, diantaranya ialah PDIP, partai Golkar dan partai Gerindra. 

Hasil pemilu legislatif kemarin bukanlah sekedar angka-angka belaka. Namun menjadi harga yang sangat mahal dan menjadi modal bagaimana parpol harus melangkah. Dalam sistem demokrasi seperti ini, khususnya siapa yang berkuasa dia yang menang. Tentu sangat sulit bagi parpol utnuk memperebutkan kursi di Istana seorang diri. Maka tak heran jika bulan-bulan terakhir ini muncul istilah Koalisi.

Dalam sistem demokrasi, koalisi merupakan hal yang biasa. Mengingat karena koalisi memang diperbolehkan dan suatu keniscayaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, koalisi adalah kerjasama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara di parlemen.   Pertanyaannya, lantas koalisi untuk kepentingan siapa ? rakyat kah atau hanya partai kah ?

Senin, 28 April 2014

Mutiara Iman

Dari seorang saudari yang aku cintai karena Allah ..

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

📌Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan
wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.


📌Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah
diuji dengan masalah keuangan.

📌Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

📌Orang yang selalu berlambat-lambat pertemuan forum dakwah karena alasan suami, istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

Jumat, 25 April 2014

Apa kabar partai politik hari ini ?

“Apa kabar partai politik hari ini ?”. Nampaknya kalimat itu pantas untuk dilayangkan ke para partai hari ini. Ditengah munculnya partai baru di Indonesia, serta masih eksisnya partai lama membuat tanda tanya besar di tengah masyarakat Indonesia. Apa peran parpol untuk Indonesia ? Mengingat 69 tahun sudah Indonesia merdeka, namun perubahan yang diinginkan pun tak kunjung datang.

Menurut Budiarjo (2003), partai politik memiliki 4 fungsi atau peran ditengah-tengah masyarakat. Apa saja itu ? Diantaranya ialah komunikasi politik, sarana rekrutment politk, sarana pengatur konflik dan Sosialisasi politik. Namun benarkah partai hari ini telah melaksanakan peranya ? Melihat kondisi di negeri ini serta efek muncul parpol –parpol, nampaknya peran ini belum dijalankan.

Partai politik yang kini nampak nyaris tak pernah terlihat melakukan aktifitas tersebut. Sebagai contoh komunikasi politik, seharusnya partai mampu menampung aspirasi rakyat kemudian disampaikan kepada pemerintah. Namun nyatanya ? apakah benar peraturan yang telah disahkan merupakan benar-benar hasil aspirasi rakyat ? nyatanya UU tersebut tidak berpihak pada rakyat. Tugas yang lain seperti sosialisasi politik, pun absen dari partai politik hari ini. kondisi ideal dimana partai politik menyebarkan visi dan misi partai serta melakukan edukasi politik ditengah-tengah masyarakat pun absen dilakukan. Begitu pun sarana pengelola konflik, tak pernah partai politik terlihat. Justru lembaga-lembaga non politis lah yang hadir.

Kamis, 10 April 2014

Demokrasi : Tak punya misi, populer pun jadi

Berbicara tentang pemilihan pemimpin, sejatinya pemimpin ialah yang dikenal masyarakat dan memiliki kapabilitas. Namun, bagaimana jika calon tak memiliki kapabilitas namun populer ? Dengan politik pencitraan semuanya bisa teratasi. Lihat saja, iklan politik banyak diputar dibeberapa stasiun TV. Bahkan, di sebuah stasiun televisi pernah ditayangkan acara reality show yang merekam aksi “blusukan” salah seorang calon presiden, hal tersebut demi meraih simpati rakyat dan mendongkrak popularitas sang calon. Popularitas seolah menjadi syarat utama bagi para calon presiden dan calon anggota legislatif. Terbukti, dalam pemilu 2009 popularitas semata mampu menghantarkan para calon ke posisi yang diharapkan. Urusan kapabilitas? Jarang menjadi sorotan.

Senin, 17 Maret 2014

Pemilu, untuk Indonesia lebih baik ?



Pemilu tinggal menunggu hari. 9 april nanti akan digelar sebuah hajatan akbar demokrasi yang memakan biaya tidak sedikit. Berbagai tim sukses dan juru kampanye partai semakin gencar berpromosi, menawarkan janji manis perubahan untuk Indonesia lebih baik. Pertanyaannya, benarkan pemilu akan membawa perubahan ditengah-tengah masyarakat ?

Selama 65 tahun Indonesia merdeka, Negeri ini telah mengadakan pemilu sebanyak kurang lebih 10 kali dan  berganti pemimpin dan rezim sebanyak 6 kali. Namun selama itu pula, tak ada perubahan yang berarti.  Bukannya menuju kesejahteraan,  justru semakin lama rakyat semakin menderita menanggung beban yang semakin berat. Lihat saja saat mulai SBY berkuasa,  posisi utang sebesar Rp.1.300 trilyun dan hingga tahun 2013 posisi utang naik hingga sebesar Rp 2.371,39 trilyun. 

Selebriti dan Politik

Tak lama lagi, pemilu legislatif akan segera berlangsung. Tak heran, berbagai macam promosi pun dilakukan oleh para caleg demi mendapatkan simpati rakyat.  Mulai dari skala kecil hingga promosi yang menghabiskan uang milyaran rupiah. Namun selain dari gaya kampanye yang jadi sorotan publik, kini masyarakat pun harus di buat geleng-geleng kepala dengan munculnya kandidat wakil rakyat yang tidak memiliki kapabilitas.
Bak  audisi pencarian bakat, seluruh orang nampaknya dapat maju menjadi waki rakyat tanpa ada kualifikasi tertentu. Ya, persamaan di muka hukum alasannya. Namun, hal ini menjadi miris ketika calon yang tak mengenal rakyat maju sebagai wakil rakyat.  Dikutip dari Cyber News, setidaknya ada 41 caleg selebritis yang akan maju pada Pemilu legislatif 2014. Para caleg ini berasal dari berbagai  partai politik seperti Partai Demokrat, PDIP, Partai Amanat Nasional dll. Para caleg ini maju dan berasal dari pekerjaan awal yang beragam. Seperti musisi, pemain sinetron, penyanyi dangdut, presenter, pemain film layar lebar  dsb. 

Rabu, 12 Maret 2014

Kala label agama tak laku lagi


Menjelang tahun pemilihan presiden maupun calon legislatif, seluruh partai politik parlementer mulai eksis dalam perebutan kursi senayan.  Berbagai cara kampanye dilakukan untuk menarik simpati seluruh elemen masyarakat, baik muslim ataupun non muslim.

Dalam pemilu 5 tahun silam, partai berlabel Islam mulai dilirik masyarakat muslim, dengan alasan lebih terlihat Jujur, amanah dan istiqamah. Apalagi ditengah memuncaknya kekesalan publik pada parpol yang kerap mengecewakan.
Tahun ini, akankah parpol berlabel islam sukses meraup suara? Mengingat kepercayaan masyarakat terhadap partai berbasis agama mulai menurun, akibat ‘track record’ partai yang mengecewakan serta aktifitas partai yang dipandang menyimpang dari visi dan misi partai.  

Senin, 10 Maret 2014

Sang Aku


Malam memang kerap lancang
Angin tak malu datang kemari
Meghampiriku dan kerap menamparku
dengan segala perangainya hingga aku mual

Sementara disini aku masih terbelenggu
terdiam dan tenggelam dalam  danau keakuan
Berkecamuk dalam jiwa
Bertarung hingga lelah
Hanya untuh tahu ...
Siapa yang jadi pemenang
aku ataukah aku ?

Senin, 17 Februari 2014

Seniman Cinta

The power of Love.
Itulah hal yang aku dapatkan di 2 minggu terakhir ini.

Dakwah. Satu kata namun memiliki makna yang lebih. Dakwah itu pengorbanan. Dakwah itu kasih sayang. Dakwah itu kegigihan. Dakwah itu cinta.

Terkadang ketika kita hendak menyebarkan risalahnya di suatu belahan bumi, segala target, strategi, alur sudah kita tata dengan rapi. Semangat membara terus menyala hingga kita menghadapi para dahagawan yang haus akan ilmu. Namun , terkadang kita lupa menyisipkan satu hal yang penting dalam setiap aktifitas penyadaran ditengah-tengah umat. Apa itu ? Cinta. Tentunya cinta karena Allah.

Jujur, nulis ini juga asa gimna gitu, Tapi ini adalah kenyataan. Terkadang kita terlalu bersemangat membantah argumen orang lain, hingga kita terkadang lupa dan sesekali memakai ego. Padahal hakikatnya itu adalah cinta. Dan cinta itu tak harus menghakimi. Tak harus mengikis nurani. tapi bagaimana Islam sampai ke hati.

Rabu, 12 Februari 2014

Nafaits Tsamarat #2

#1 Untuk Ketaatan atau Kemaksiatan


قال الحسن البصري رحمه الله: ما نظرت ببصري ولا نطقت بلساني ولا بطشت بيدي ولا نهضت على قدمي حتى أنظر أعلى طاعة أو على معصية؟ فإن كانت طاعة تقدمت، وإن كانت معصية تأخرت.
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Aku tidak melihat dengan mataku, aku tidak berbicara dengan lisanku, aku tidak memukul dengan tanganku, dan aku tidak bangkit dengan kedua kakiku, sehingga aku melihat apakah itu untuk ketaatan atau kemaksiatan? Jika itu untuk ketaatan, maka aku lakukan; sebaliknya jika itu untuk kemaksiatan, maka aku tangguhkan.”

Minggu, 09 Februari 2014

Something 'banget'

Terinspirasi dari blog temenku yang menceritakan miraclenya dalam dakwah. Aku juga jadi pengen share tentang pertolongan Allah yang luar biasa di semester pertama kemarin. Yang bener-bener membuat aku bersyukur.

Well.. semua orang tahu aku anak BIOLOGI. Yang sejatinya senang banget berinteraksi dengan makhluk hidup. Namanya juga bio. Dan kebanyakan anak biologii itu fobia banget ama satu pelajaran. Apa itu ? Fisika. Why ? karena jelas kita harus membayangkan sesuatu yang gak hidup, sesuatu yang gak keliatan kayak panas, aliran listrik, elektron dll. Belum lagi rumus-rumusnya yang puyeng abis.

Waktu pertama masuk biologi, kirain gak bakalan ada tuh pelajaran kayak begituan.. kirain mah murni biologi kayak morfologi tumbuhan, zoologi , anatomi dll. Ternyata ? huftt ketemu lagi ama begituan. Dan you know nilai uts saya berapa ? ni mah jujur jujuran yaa.. 30-an.Pertama kli liat.. agak nyesek sii. Tapi aku mah nyantai ja.. toh bukan anak fisika hhha. Klo biologi yng segitu baru dah ngamuk.

Senin, 27 Januari 2014

Menunggu

  
“ Y memang cuma itu. Cuma pertemanan yang diikat oleh satu pemikiran yang benar2 kuat ...”. seorang senior menasihatiku . Aku mengangguk mengiyakan.

6 bulan sudah, hidup dilingkungan yang baru. Berinteraksi dengan orang-orang yang baru. Latar belakang yang baru, pemahaman yang baru serta pemikiran yang berbeda-beda. Sudah 6 bulan, pula aku merasakan ada yang aneh ketika aku berinteraksi. Bukan aneh, tapi perasaan yang sepertinya hilang .

Akhir-akhir ini intinya aku menyadari sesuatu. Bahwa persahabatan sejati, hanya akan didapat ketika kita memilikan satu pemikiran dan perasaan yang sama. Ketika keinginan kita sama2 ingin ditundukan pada hal yang sama. Ketika aqidah menjadi landasan dan menutupi semua ego yang lahir disana.  Ketika itu semua terwujud dalam persahabatan kita, maka  kamu akan merasakan sebuah ikatan irasional yang kadang tak sampai akal untuk terjadi.

Rabu, 15 Januari 2014

Eliminasi Pembaca

" Tulisan itu akan mengeliminasi pembaca tif.. "

ketika denger kata-kata itu, aku terhenyak .. lalu sang teteh mengulangi " Iya... konten tulisan itu akan mengeliminasi pembaca ..."

Ketika kita menulis tentu kita mengharapkan banyaknya reader yang membaca karya kita. entah apa itu tulisannya. Bahkan status di FB , atau twitter sekalipun . Salah satu alasan menulis dan memajangnya pasti karena ingin dilihat . Meskipun alasan itu ditambah dengan "embel2" lain... entah itu karena Allah, ataupun yang lain.  Nah yang pasti ingin dibaca.

Minggu, 05 Januari 2014

Nasihat untuk 'kita'

PENGEMBAN DAKWAH SEJATI **Nasihat bagi mereka para hamilud dakwah ideologis**

 Inspirasi dari Syaikh Mahmud Abdul Latif Uwaidhah

 SIAPAPUN yang berkeinginan untuk melakukan aktivitas dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, maka ia harus terlebih dahulu menjadikan dirinya sebagai teladan dalam hal keutamaan, kemuliaan dan kebaikan. Islam harus tercermin di dalam dirinya; baik menyangkut berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat dan akhlak yang baik dan utama. 
 
Jika Islam belum tercermin dalam dirinya, ia belum layak untuk mengemban dakwah. Kalaupun ia berusaha untuk melakukannya, jelas ia tidak akan pernah berhasil; kebaikan juga tidak akan pernah terwujud melalui tangannya. Seorang aktivis dakwah sudah semestinya memahami bahwa apabila ia tidak mempersiapkan dirinya agar islam terintegrasi di dalam dirinya, baik dalam berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat islami yang harus dimilikinya, berarti ia belum memenuhi kualifikasi untuk mengemban dakwah. Bahkan, ia tidak akan pernah menjadi seorang aktivis dakwah, meskipun ia telah berusaha ataupun mengklaim diri sebagai aktivis dakwah.

Nafaits Tsamarat #1

1.  Dua Tetes dan Dua Bekas yang Paling Dicintai Allah

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Setetes air mata yang menetes karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tumpah di jalan Allah. Adapun yang dua bekas, maka yaitu bekas-di antaranya adalah bekas jihad-di jalan Allah, dan bekas dari melakukan kewajiban di antara kewajiban-kewajiban dari Allah.” (HR. Tirmidzi). Abdullah bin Umar, semoga Allah senantiasa meridhai keduanya berkata: “Sungguh aku meneteskan air mata karena takut kepada Allah itu lebih aku cintai daripada aku bersedekah seribu dinar.” (HR. Baihaqi dalam Sya’bul Iman)

2. Kebencian Allah Pada Hamba yang Sibuk dengan Perkara yang Tiada Guna