Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..

Sabtu, 28 Juni 2014

Memaknai Kehilangan

Ceritanya ngubek ngubek email yang udah bulukan karena jarang dibuka. Maklum email saya ampe 5 biji. Ehh.. dpet kriman yang bagus nih. Dan pas banget kalo kita emang lagi dpet kejadian yang pas,.. Selamat membaca

Memaknai Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang  sangat dicintainya.
Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia  memutuskan untuk mengawetkan mayat  suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah  menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu  merasa dengan kematian suaminya, maka tidak  ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang  pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian  yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan  dia mengatakan bisa menghidupkan kembali  suaminya. Dengan syarat dia meminta
disediakan beberapa bumbu dapur yang mana  hampir setiap rumah memilikinya.

Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut  harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya
belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali. Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua  tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap  rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh  si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku  pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal.
Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah  yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan.

Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa  bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya.  Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang  bijak dan menyatakan pasrah akan kematian
suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan  mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua  orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya.

Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah  menganggap bahwa masalah yang ada pada  kita merupakan masalah yang paling besar,  sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk  terus meratapi musibah tersebut.

Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini pernah mengalami musibah,  apapun bentuknya. Yang  adalah bagaimana  seseorang menghadapi dan menyikapi masalah yang ada pada dirinya. :-)
 
 
 
Bagus kan ?. Yupp...buat gue ini sesuat banget. karena boleh dibilang saya termasuk tipe orang diatas hhhaa. tapi sedang belajar untuk tidak seperti itu, dan kata orang2 saya sudah sedikit berubah. Yaa.. semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik yaa :))

3 komentar:

  1. Bener kak, kadang kiki juga gini -_-
    Amin Yaa Rabb, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi ;)))

    BalasHapus
  2. Tip, sumpeh lu ngerti gue banget. kalo kata kim soohyun dengan sedikit editan mah, You understand me better than myself. Agak alay sii, tapi gue kangen banged sama lo tip :'

    BalasHapus
  3. Kiki :iyaa.. sama sama belajar ya ki :)
    Nay : Sama nayyy ...huaa T.T

    BalasHapus