Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..

Senin, 30 Desember 2013

BPJS : Rakyat menyumbang, Pemerintah menghilang



Tanggal 1 Januari 2014 tinggal menghitung hari.  Rencana pemerintah yang akan menerapkan program baru yaitu BPJS akan segera terwujud. Terhitung tanggal tersebut perusahaan asuransi seperti PT askes dan PT Jamsostek akan melebur dan berganti menjadi BPJS. Dalam program ini, sekilas terlihat rakyat kecil mendapat angin segar dari subsidi yang digelontorkan serta program baru yang terlihat sangat mengayomi rakyat. Namun , dari konsep sendiri BPJS merupakan program yang ujung-ujungnya mereduksi peran negara dalam pengurusan rakyat.

Prinsip program ini ialah rakyat yang dinilai mampu menyokong kesehatan rakyat miskin. Dimana,  roda penggerak utama jaminan ini ialah iuran premi yang dibayar oleh setiap warga negara yang mendaftar. Sedangkan peran pemerintah ialah hany
a memberikan modal awal untuk keberlangsungan program ini yaitu sebesar Rp 15,9 triliun dari APBN untuk menyubsidi asuransi kesehatan 86 juta warga miskin.

Golput, pilihan dan tuntutan



Perhelatan besar yang seringkali disebut sebagai Pesta Demokrasi tak lama lagi akan segera berlangsung. Tinggal menghitung hari, rakyat Indonesia akan memilih siapa yang kelak memimpin negeri ini. Euforia pemilu pun kini semakin terasa. Bagaimana tidak , meski KPU belum menentukan siapa bakal calon presiden dalam Pemilu 2014 namun baik dari partai maupun independen sudah berlomba-lomba mempromosikan diri untuk mencuri hati rakyat.
 
Mengingat satu suara saja sangat berpengaruh dan berharga, wajar jika berbagai cara pun dilakukan oleh para kandidat calon beserta tim suksesnya, mulai dari mendatangi tempat-tempat yang memiliki massa potensial,  membuat berbagai akun di jejaring sosial, hingga yang paling populer adalah iklan di televisi.
Namun, pertanyaannya bagaimana respon rakyat menyambut Pemilu 2014 ini, masihkah menaruh harapan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut ?

Rabu, 25 Desember 2013

BERUBAHLAH!!



Percakapan pertama

AAA : Bro nitip absen ya, gue mau teriakin aspirasi rakyat yang dibohongin ama pejabat-pejabat pemerintahan.
M : ha ? nggak salah dengerkan gue ? lo mau perjuangin rakyat yang di bohongi ? lah kamu sendiri ngebohongin dosen ama kampus . . logikanya d mna, nggak mau deh gue, dasar aktivis abal-abal .

Percakapan kedua AAA : Bro nitip tugas dong, gue nggak sempet nih lg sibuk ngurus aksi tolak BBM, ini kan buat lo jg, kasian kan kalau kita juga rakyat banyak terbebani oleh mahalnya BBM. M : pinter bener lo ngomong, emang gue nggak terbebani gitu ama tugas yg lo nitip buat dikerjain.
Percakapan ketiga AAA : Bro final besok kasi contekan buat gue yaa?? Soalnya hari ini gue padat banget, mau diskusi masalah korupsi, turun ke jalan buat demo anti korupsi, ama buat spanduk besar hari anti korupsi. Gue andalin lo ya bro ?? M : Otak lo d mana bro ? lo muak ama yg korupsi kan ? lah terus kenapa lo minta nyontekan ama gue ? apa bedanya lo ama mereka ? sama kan ? ujung-unjungnya lo jg yang jd koruptor sperti mereka.


Ini adalah kutipan percakapan dari salah satu grup yang saya ikuti. Ya, mungkin ini mewakili kondisi sebagian aktifis dikampus.  Ada satu hal yang ingin aku soroti.  Begitu banyak pergerakan sekarang yang ada dikampus. Di kampus saya sendiri ya,, extrakampus lumayan eksis dan meski ilegal tapi damai2 aja ngadain diskusi di emperan fakultas. 
Selain itu , setiap semester ganjil pergerakan mahasiswa baik yang bentuknya ukm maupun pergerakan transkampus ramai2 membukan oprec untuk memperbanyak massa. Hanyaa beberapa yang tidak secara terbuka, tapi melalui transfer pemikiran ( spert yg sdg saya jalani ^^) . But, saya mikir banyak ... sebetulnya tujuan mereka itu apa siii ?

Selasa, 17 Desember 2013

Sebuah Dialog


DIALOG : Perlukah Kolom Agama di KTP Dihapus?

A : “Bro, tahu belum? Ada wacana kolom agama di KTP mau dihilangkan lho.”

B : “Emang kenapa? Katanya negara berketuhanan, kok malah hilangkan agama?”

A: “Katanya sih, kolom agama itu bisa mengakibatkan diskriminasi. Lagian agama juga urusan pribadi. Nggak usahlah dicantumkan di KTP.”

B : “Nah, ntar ada juga orang yang ngaku mendapat perlakuan diskriminasi gara-gara jenis kelamin ditulis. Berarti kolom jenis kelamin juga harus dihapus dong. Laki-laki dan perempuan kan setara. ”

Senin, 02 Desember 2013

My first teaching !



Kurang lebih 5 bulan udah kuliah. Masuk ke prodi yang kalo orang denger paling jawab, “ ooo”.  Karena udah kebanyakan yang milih, apalagi buat prodi ku pelamarnya ampe 1800 orang. Menjadi hal yang biasa ketika denger...” pendidikan Biologi”. But, well buat aku itu gak biasa. Tapi LUAR BIASA.

Menjadi seorang guru,  buat kebanyakan orang. Kadang harus berfikir dua kali untuk menggntungkan cita2 itu. Bahkan mungkin ada yang bilang, kepikiran aja gak..., bahkan bilang “ amit-amit”.  Tapi buat aku, itu segalanya.  Mengajar, entah kenapa aku kecanduan hal itu. Dan akhirnya membuat aku, memberanikan diri untuk bermimpi menjadi itu, sang guru.

Dan setelah 5 bulan ini, aku bener2 bersyukur karena masuk prodi ini.  Akhirnya, tepat hari jumat yang lalu aku pun ngajar beneran dg upah dan for first time. Lebay. Ya , mungkin ia. Hhaa. Tapi mungkin karena ini pertama kalinya, apalagi di bayar (hhha). Nggak , bukan karena uang. Bahkan aku bermimpi jadi guru bukan karena sekarang gaji guru pns gede. Kagak ada pikiran begitu. Tapi karena aku fikir mengajar itu mulia.