Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..
Tampilkan postingan dengan label Democrazy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Democrazy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

Belajar dari Semangat Para Penjajah


Pernah merasakan sebuah kefuturan ? Galau. Bimbang. Malas bergerak. Nampaknya kita benar-benar harus duduk di perpustakaan, membuka buku sejarah dan merenungi peradaban yang saat ini sedang terbalil.  Tercatat dalam sejarah bahwa Khilafah Islamiyah runtuh pada tahun 1924 yang lalu. Namun perlu kita catat, apakah itu terjadi begitu saja ? Rupanya  tidak. Dan bisa bayangkan bagaimana sebuah raksasa serta negara adidaya yang luasnya meliputi 2/3 dunia itu runtuh.. tentu bukan terjadi begitu saja. Bukan juga hanya dalam waktu 1 bulan dua bulan oleh seorang Mustafa Kemal untuk meruntuhkannya. Semua itu bermula bahkan sebelum perang salib. Di perang salib pun, sering kali kaum kafir mengalami kegagalan. Karena semangat jihad dan rasa tak takut mati yang dimiliki oleh tentara kaum musmilin. Bahkan semangat seperti ini tak pernah ada di sejarah peradaban manapun kecuali dalam tentara Islam. Walhasil mereka pun mulai membuat strategi perang baru yaitu dengan perang pemikiran. Perang fisik pun perlahan ditinggalkan dan mereka bergerilya menyebarkan paham-paham barat di tubuh kaum muslimin yang masih bersatu dalam kekhilafahan saat itu. Akhirnya, satu-persatu ikatan Islam dan kecintaan kaum Muslimin akan Islam lepas. Barulah eksekusinya terjadi pada 3 Maret 1924 di Turki.

Ini berarti upaya penghancuran sang raksasa ini sudah berjalan selama lebih dari 900 tahun dan baru runtuh pada 1924. Upaya yang keras dan ambisius bukan ? Jangan salah, untuk menghancurkan kekhilafahan mereka membutuhkan waktu yang lama dan strategi yang sangat apik. Dan mereka luar biasa sangat sabar.

Jumat, 26 Juni 2015

Berfikir Skala Besar

Beberapa minggu yang lalu , tepatnya hampir sebulan sih sebetulnya , saya mengikuti agenda monev PKM yang diselenggarakan oleh dikti. Apaan monev? Jadi monev itu singkatan dari Monitoring dan Evaluasi. Kalo misalnya PKM ( Proposal Kegiatan Mahasiswa) kita di danai , nah akan ada monev untuk mengecek sejauh mana progres kegiatan kita .  Di agenda tersebut, kita dibagi-bagi perkelas untuk mempresentasikan di depan penguji terkait dengan kegiatan kita. Nah karena presentasinya itu gak cuma di depan penguji tapi juga peserta lain, kita yang belum maju  jadi bisa liat apa aja kegiatan yang diajukan oleh kelompok lain.

Yang akan menjadi pembahasan saya disini adalah bukan tentang mekanisme monev itu sendiri.  Tapi tentang kekaguman saya yang luar biasa dengan pemuda negeri ini. Di monev kemarin, saya benar-benar terkagum kagum dengan  mereka. Bayangkan di bandung saja.. ada sekitar lebih dari 200 tim dengan gagasan yang berbeda-beda.  Dan gagasan ini bukan sekedar gagasan biasa lho, tapi gagasan yang memang dibuat untuk kemudian memudahkan negeri ini dalam menyelesaikan masalahnya.  Ada yang membuat sistem input database kurikulum 2013,  terus ada yang buat sumber energi baru dari limbah, bikin edible film dari limbah dsb. Baik itu gagasan terkait dengan masalah sosial, maupun iptek.

Senin, 15 Juni 2015

Sebuah peradaban yang gagal

Sebuah buku usang di rak buku , yang sudah di timbun oleh serbuk-serbuk kayu hasil rayap akhirnya saya coba untuk baca. Sebenarnya ini buku sudah cukup lama saya beli, sekitar satu tahun yang lalu. Tapi entah mengapa rasanya lebih tertarik membaca buku kuliah di banding buku itu.. padahal ternyata isinya.. subhanallah..

Buku tersebut terdiri dari banyak bab, salah satunya tentang peradaban yang gagal.  Sekilas saya malas membaca.. ya paling itu itu saja yang dibahas, pikir saya . Paling-paling data, atau apalah. Tapi rupanya ada statement, lebih tepatnya paradoks yang sangat menarik, dan cukup bisa dipakai oleh kita untuk menggambarkan bahwa peradaban hari ini yang telah manusia buat memang benar-benar buruk dan sangat aneh jika masih dipertahankan.

Lihat saja paradoks berikut. 

Manusia memiliki segudang ilmu ekonomi, tapi mengalami krisis ekonomi, krisis moneter, kemiskinan, kelaparan dan kesenjangan ekonomi.

Manusia memiliki segudang ilmu politik, tapi politik menjadi sesuatu  yang paling kotor dalam pandangan banyak orang. Para politisi oportunis mudah dilihat, janji palsu menjadi bagian kampanye, pemilu berbiaya mahal, keserakahan menjadi budaya politisi, dan rakyat tidak dilayani dengan layak.

Jumat, 08 Mei 2015

Berfikir Sejenak Tentang Kita

Kawan, mari kita berfikir sejenak tentang dunia ini. Aku sebelumnya tak pernah berfikir tentang hal ini. Aku hanya mengikuti arus, melihat sekitar dan mengiyakannya.  Tanpa akhirnya benar-benar berfikir secara mendalam.

Pernah kah kau berfikir ? Mengapa kini begitu menjamurnya para biduan yaang tak malu lagi bangga menampilkan dirinya di depan umum ? Padahal 14 Abad yang lalu , melalui ajaran islam yang mulia, Rasulullah telah memutus budaya jahiliyah tersebut dan memuliakan perempuan dengan segala hak dan kewajibannya .       

Pernahkah pula kau berfikir ? mengapa hari ini negeri – negeri muslim termasuk kedalam negeri-negeri miskin ? seperti ethiopia, sudan, pakistan , termasuk Indonesia ? . Padahal beberapa abad yang lalu, tanah itu hidup dalam kesejahteraan serta kemakmuran. Dan telah tertoreh oleh sejarah, bahwa  dahulu selama berabad-abad negeri tersebut dilingkupi dalam kesejahteran dibawah naungan Khilafah.

Pernahkah kau berfikir ? Mengapa sosok pemuda yang kau lihat selalu saja membuat onar, mulai dari aborsi, tawuran , narkoba,  menjadi begal , perampok dsb ? Padahal 14 abad yang lalu, pemuda justru adalah menjadi sosok yang didambakan oleh umat bukan sampah di masyarakat. Mereka menjadi ulama, dokter, pasukan jihad bahkan masuk dalam struktur pemerintahan. Luar biasa bukan ? Namun kenapa mereka berbeda ? Bukankah mereka juga sama-sama pemuda ? Bukankah usia mereka pun sama ? Bukankah mereka tela diberikan potensi yang sama oleh Allah SWT ?  Aku pun terus bertanyaa.. mengapa kondisinya berbeda ?

Sabtu, 14 Februari 2015

Forbidden Celebration


How are you today girls ? Hope you always in Allah's Blessing. In this time , I just wanna try to educate ( educate ? I think it's not match) or else.. that will show you about what kind of celebration that forbidden for us. Especially  for Muslim. Because, in fact there are many of muslims dont know kinds of celebrating that forbidden for us.

1. Perayaan Tahun Baru

Saya pernah survety sendiri di kampus... dari beberapa orang yang saya tanya terkait tahun baru. Mereka semua jawab, bahwa mereka gak tahu hukum merayakan tahun baru itu sendiri. Dan merasa hal ini boleh-boleh aja. Pertanyaanya .. emang dilarang dalam Islam ? Alasannya apa ?
Sebelum kearah sana, ada sebuah hadist nih yang artinya :

Jumat, 07 November 2014

Budak Intelektual

Suatu hari , di mata kuliah yang paling nge BT in. BUkan karena materi kuliahnya yang susah atau gak jelas . Ini mata kuliah yang penting banget, apalagi untuk menjadi seorang pendidik. Tapi karena sang dosen sudah memberikan first impression yang jelek dari pertemuan awal.. mmbuat semuanya berubah.

Nah, seperti biasa selepas presentasi.. sang bapak komen-komen gitu dan memberika petuah. Ini itulah.. yang kadang g nyambung . Malah beberapa kali ngajakin kita ikut asuransi dia.. karena dia agen asuransi.. Dan kalo ikut beliau,, insya Allah dapet nilai A. Kacau kan emang tuh dosen. Nah, kekesalan itu belum seberapa setelah si bapak akhirnya membuat gue kesel banget dan rasanya pengen adu fisik.

Selasa, 08 Juli 2014

Pemilu :Gara- Gara jari

Sekali lagi saya nyolong dari orang lain.. mudah-mudahan lebih kebayang :)

Alkisah, disuatu pengadilan massal yang anti korupsi, anti kolusi, dan anti gratifikasi.

HAKIM : ”Hai Fulan, kenapa anda minum minuman keras, bukankah itu perbuatan dosa dan maksiat?”

PEMABOK : ”Betul pak Hakim, saya bersalah. Tapi bukankah saya hanya bisa mabok kalau ada yang menjual minuman keras itu?”

HAKIM : ”Hai kamu pedagang miras, kenapa kamu menjual minuman keras?, bukankah menjual miras itu perbuatan dosa dan maksiyat?”

President Election

Semoga tulisan yang satu ini gak kadaluarsa. Karena pemikiran untuk kebangkitan gak kan kadaluarsa.



Menjelang pemilihan presiden kali ini semakin panas. Menjelang hari H, kampanye bukan dilakukan oleh timses presiden tapi sama pendukungnya yang entah kadang pake logika aneh. Bawa-bawa dalil. Dll. Padahal sejatinya ketika kita memilih pemimpin , yuu kembalikan lagi pada standar hukum syara’, sperti apa syaranya, siapa yang harus kita pilih sekaligus sistem apa yang wajib kita pakai.

Beberapa momen di kampus, sempet denger ocehan para mahasiswa.
X: “ Mau milih ga ?”
Y : Enggak tau..euy ..

Ada juga z : Gimana milih no berapa ?. Udah istikhoroh belum “
Y : saya mah milih * tuuuut* yang penting gak golput.

Senin, 30 Juni 2014

Perfect dumelan




Haii... how’s your fasting ? Hope always nice. Okeh disini gue cume pengen nuangin sekelumit pemikiran gue yang udah bersemayam syahdu dan gak dikeluarin lewat tulisan. And this is my dumelan.

Kemarin waktu pulang nyari bukaan di sekitar kosan. Gue dinampakan fenomena yang bikin gue kesel, jijik, kasian, sedih .. gak tahu apalah. Waktu itu lihatnya cuma sekilas sii soalnya gue naik motor. Jadi gak bisa merhatiin detail. Di lapangan deket kosan gue, berkumpulah sosok teteh, dengan kerudung gombrang, bajunya muslimaah sekalee meski gak syar’ii. Kalo liat mukanya .. sumfeh adem banget. Gue aja iri. Mereka bawa bawa bendera merah putih ... dan ...gue cengo dulu. Ntar,.. ini ramadhan kan ?  bukan 17 agustusan.  Pas dilihat lagi.. wah  ada lambang garuada merah. Waah rupanya mereka adalah simpatisan salah satu partai. Dan masih banyak waaah yang lainya.
Dan dengan IKHLAS nya mereka .. pake atribut partai.. dan prediksi gue.. mereka mau ngabuburit sambil kampanye.

Jumat, 09 Mei 2014

Koalisi, untuk partai atau negeri ?



Pemilu 9 april telah dilewati namun bukan berarti hawa pesta demokrasi selesai. Masih ada 3 bulan lagi menuju pemilu presiden. Dengan memegang hasil pemilu legislatif, partai politik pun kini merancang strategi untuk memperebutkan Istana. Setiap lembaga survei memang punya angka yang berbeda. Namun setidaknya semua memiliki nama yang sama tentang siapa pemenang pemilu kemarin, diantaranya ialah PDIP, partai Golkar dan partai Gerindra. 

Hasil pemilu legislatif kemarin bukanlah sekedar angka-angka belaka. Namun menjadi harga yang sangat mahal dan menjadi modal bagaimana parpol harus melangkah. Dalam sistem demokrasi seperti ini, khususnya siapa yang berkuasa dia yang menang. Tentu sangat sulit bagi parpol utnuk memperebutkan kursi di Istana seorang diri. Maka tak heran jika bulan-bulan terakhir ini muncul istilah Koalisi.

Dalam sistem demokrasi, koalisi merupakan hal yang biasa. Mengingat karena koalisi memang diperbolehkan dan suatu keniscayaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, koalisi adalah kerjasama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara di parlemen.   Pertanyaannya, lantas koalisi untuk kepentingan siapa ? rakyat kah atau hanya partai kah ?

Jumat, 25 April 2014

Apa kabar partai politik hari ini ?

“Apa kabar partai politik hari ini ?”. Nampaknya kalimat itu pantas untuk dilayangkan ke para partai hari ini. Ditengah munculnya partai baru di Indonesia, serta masih eksisnya partai lama membuat tanda tanya besar di tengah masyarakat Indonesia. Apa peran parpol untuk Indonesia ? Mengingat 69 tahun sudah Indonesia merdeka, namun perubahan yang diinginkan pun tak kunjung datang.

Menurut Budiarjo (2003), partai politik memiliki 4 fungsi atau peran ditengah-tengah masyarakat. Apa saja itu ? Diantaranya ialah komunikasi politik, sarana rekrutment politk, sarana pengatur konflik dan Sosialisasi politik. Namun benarkah partai hari ini telah melaksanakan peranya ? Melihat kondisi di negeri ini serta efek muncul parpol –parpol, nampaknya peran ini belum dijalankan.

Partai politik yang kini nampak nyaris tak pernah terlihat melakukan aktifitas tersebut. Sebagai contoh komunikasi politik, seharusnya partai mampu menampung aspirasi rakyat kemudian disampaikan kepada pemerintah. Namun nyatanya ? apakah benar peraturan yang telah disahkan merupakan benar-benar hasil aspirasi rakyat ? nyatanya UU tersebut tidak berpihak pada rakyat. Tugas yang lain seperti sosialisasi politik, pun absen dari partai politik hari ini. kondisi ideal dimana partai politik menyebarkan visi dan misi partai serta melakukan edukasi politik ditengah-tengah masyarakat pun absen dilakukan. Begitu pun sarana pengelola konflik, tak pernah partai politik terlihat. Justru lembaga-lembaga non politis lah yang hadir.

Kamis, 10 April 2014

Demokrasi : Tak punya misi, populer pun jadi

Berbicara tentang pemilihan pemimpin, sejatinya pemimpin ialah yang dikenal masyarakat dan memiliki kapabilitas. Namun, bagaimana jika calon tak memiliki kapabilitas namun populer ? Dengan politik pencitraan semuanya bisa teratasi. Lihat saja, iklan politik banyak diputar dibeberapa stasiun TV. Bahkan, di sebuah stasiun televisi pernah ditayangkan acara reality show yang merekam aksi “blusukan” salah seorang calon presiden, hal tersebut demi meraih simpati rakyat dan mendongkrak popularitas sang calon. Popularitas seolah menjadi syarat utama bagi para calon presiden dan calon anggota legislatif. Terbukti, dalam pemilu 2009 popularitas semata mampu menghantarkan para calon ke posisi yang diharapkan. Urusan kapabilitas? Jarang menjadi sorotan.

Senin, 17 Maret 2014

Pemilu, untuk Indonesia lebih baik ?



Pemilu tinggal menunggu hari. 9 april nanti akan digelar sebuah hajatan akbar demokrasi yang memakan biaya tidak sedikit. Berbagai tim sukses dan juru kampanye partai semakin gencar berpromosi, menawarkan janji manis perubahan untuk Indonesia lebih baik. Pertanyaannya, benarkan pemilu akan membawa perubahan ditengah-tengah masyarakat ?

Selama 65 tahun Indonesia merdeka, Negeri ini telah mengadakan pemilu sebanyak kurang lebih 10 kali dan  berganti pemimpin dan rezim sebanyak 6 kali. Namun selama itu pula, tak ada perubahan yang berarti.  Bukannya menuju kesejahteraan,  justru semakin lama rakyat semakin menderita menanggung beban yang semakin berat. Lihat saja saat mulai SBY berkuasa,  posisi utang sebesar Rp.1.300 trilyun dan hingga tahun 2013 posisi utang naik hingga sebesar Rp 2.371,39 trilyun. 

Selebriti dan Politik

Tak lama lagi, pemilu legislatif akan segera berlangsung. Tak heran, berbagai macam promosi pun dilakukan oleh para caleg demi mendapatkan simpati rakyat.  Mulai dari skala kecil hingga promosi yang menghabiskan uang milyaran rupiah. Namun selain dari gaya kampanye yang jadi sorotan publik, kini masyarakat pun harus di buat geleng-geleng kepala dengan munculnya kandidat wakil rakyat yang tidak memiliki kapabilitas.
Bak  audisi pencarian bakat, seluruh orang nampaknya dapat maju menjadi waki rakyat tanpa ada kualifikasi tertentu. Ya, persamaan di muka hukum alasannya. Namun, hal ini menjadi miris ketika calon yang tak mengenal rakyat maju sebagai wakil rakyat.  Dikutip dari Cyber News, setidaknya ada 41 caleg selebritis yang akan maju pada Pemilu legislatif 2014. Para caleg ini berasal dari berbagai  partai politik seperti Partai Demokrat, PDIP, Partai Amanat Nasional dll. Para caleg ini maju dan berasal dari pekerjaan awal yang beragam. Seperti musisi, pemain sinetron, penyanyi dangdut, presenter, pemain film layar lebar  dsb. 

Rabu, 12 Maret 2014

Kala label agama tak laku lagi


Menjelang tahun pemilihan presiden maupun calon legislatif, seluruh partai politik parlementer mulai eksis dalam perebutan kursi senayan.  Berbagai cara kampanye dilakukan untuk menarik simpati seluruh elemen masyarakat, baik muslim ataupun non muslim.

Dalam pemilu 5 tahun silam, partai berlabel Islam mulai dilirik masyarakat muslim, dengan alasan lebih terlihat Jujur, amanah dan istiqamah. Apalagi ditengah memuncaknya kekesalan publik pada parpol yang kerap mengecewakan.
Tahun ini, akankah parpol berlabel islam sukses meraup suara? Mengingat kepercayaan masyarakat terhadap partai berbasis agama mulai menurun, akibat ‘track record’ partai yang mengecewakan serta aktifitas partai yang dipandang menyimpang dari visi dan misi partai.  

Senin, 30 Desember 2013

BPJS : Rakyat menyumbang, Pemerintah menghilang



Tanggal 1 Januari 2014 tinggal menghitung hari.  Rencana pemerintah yang akan menerapkan program baru yaitu BPJS akan segera terwujud. Terhitung tanggal tersebut perusahaan asuransi seperti PT askes dan PT Jamsostek akan melebur dan berganti menjadi BPJS. Dalam program ini, sekilas terlihat rakyat kecil mendapat angin segar dari subsidi yang digelontorkan serta program baru yang terlihat sangat mengayomi rakyat. Namun , dari konsep sendiri BPJS merupakan program yang ujung-ujungnya mereduksi peran negara dalam pengurusan rakyat.

Prinsip program ini ialah rakyat yang dinilai mampu menyokong kesehatan rakyat miskin. Dimana,  roda penggerak utama jaminan ini ialah iuran premi yang dibayar oleh setiap warga negara yang mendaftar. Sedangkan peran pemerintah ialah hany
a memberikan modal awal untuk keberlangsungan program ini yaitu sebesar Rp 15,9 triliun dari APBN untuk menyubsidi asuransi kesehatan 86 juta warga miskin.

Golput, pilihan dan tuntutan



Perhelatan besar yang seringkali disebut sebagai Pesta Demokrasi tak lama lagi akan segera berlangsung. Tinggal menghitung hari, rakyat Indonesia akan memilih siapa yang kelak memimpin negeri ini. Euforia pemilu pun kini semakin terasa. Bagaimana tidak , meski KPU belum menentukan siapa bakal calon presiden dalam Pemilu 2014 namun baik dari partai maupun independen sudah berlomba-lomba mempromosikan diri untuk mencuri hati rakyat.
 
Mengingat satu suara saja sangat berpengaruh dan berharga, wajar jika berbagai cara pun dilakukan oleh para kandidat calon beserta tim suksesnya, mulai dari mendatangi tempat-tempat yang memiliki massa potensial,  membuat berbagai akun di jejaring sosial, hingga yang paling populer adalah iklan di televisi.
Namun, pertanyaannya bagaimana respon rakyat menyambut Pemilu 2014 ini, masihkah menaruh harapan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut ?

Rabu, 25 Desember 2013

BERUBAHLAH!!



Percakapan pertama

AAA : Bro nitip absen ya, gue mau teriakin aspirasi rakyat yang dibohongin ama pejabat-pejabat pemerintahan.
M : ha ? nggak salah dengerkan gue ? lo mau perjuangin rakyat yang di bohongi ? lah kamu sendiri ngebohongin dosen ama kampus . . logikanya d mna, nggak mau deh gue, dasar aktivis abal-abal .

Percakapan kedua AAA : Bro nitip tugas dong, gue nggak sempet nih lg sibuk ngurus aksi tolak BBM, ini kan buat lo jg, kasian kan kalau kita juga rakyat banyak terbebani oleh mahalnya BBM. M : pinter bener lo ngomong, emang gue nggak terbebani gitu ama tugas yg lo nitip buat dikerjain.
Percakapan ketiga AAA : Bro final besok kasi contekan buat gue yaa?? Soalnya hari ini gue padat banget, mau diskusi masalah korupsi, turun ke jalan buat demo anti korupsi, ama buat spanduk besar hari anti korupsi. Gue andalin lo ya bro ?? M : Otak lo d mana bro ? lo muak ama yg korupsi kan ? lah terus kenapa lo minta nyontekan ama gue ? apa bedanya lo ama mereka ? sama kan ? ujung-unjungnya lo jg yang jd koruptor sperti mereka.


Ini adalah kutipan percakapan dari salah satu grup yang saya ikuti. Ya, mungkin ini mewakili kondisi sebagian aktifis dikampus.  Ada satu hal yang ingin aku soroti.  Begitu banyak pergerakan sekarang yang ada dikampus. Di kampus saya sendiri ya,, extrakampus lumayan eksis dan meski ilegal tapi damai2 aja ngadain diskusi di emperan fakultas. 
Selain itu , setiap semester ganjil pergerakan mahasiswa baik yang bentuknya ukm maupun pergerakan transkampus ramai2 membukan oprec untuk memperbanyak massa. Hanyaa beberapa yang tidak secara terbuka, tapi melalui transfer pemikiran ( spert yg sdg saya jalani ^^) . But, saya mikir banyak ... sebetulnya tujuan mereka itu apa siii ?

Selasa, 17 Desember 2013

Sebuah Dialog


DIALOG : Perlukah Kolom Agama di KTP Dihapus?

A : “Bro, tahu belum? Ada wacana kolom agama di KTP mau dihilangkan lho.”

B : “Emang kenapa? Katanya negara berketuhanan, kok malah hilangkan agama?”

A: “Katanya sih, kolom agama itu bisa mengakibatkan diskriminasi. Lagian agama juga urusan pribadi. Nggak usahlah dicantumkan di KTP.”

B : “Nah, ntar ada juga orang yang ngaku mendapat perlakuan diskriminasi gara-gara jenis kelamin ditulis. Berarti kolom jenis kelamin juga harus dihapus dong. Laki-laki dan perempuan kan setara. ”

Kamis, 07 November 2013

Opera Sabun Para Politikus



Euforia pesta demokrasi mulai terasa. Berbagai pasangan caleg berlomba-lomba menuju panggung lakon utama  dalam demokrasi. Terlihat, satu-persatu berbagai partai di negeri ini merulis daftar caleg yang di usulkan dalam pemilu legislatif 2014 nanti. Begitu pun pemilihan presiden yang juga diselenggarakan 2014 nanti. Masing masing calon menunjukan kekuatan masing-masing. Mengklaim sebagai calon terbersih dan pro rakyat. Kini pemilu pun tak lebih dari iklan kosmetik wanita.

Setiap calon memasarkan keunggulannya . Saling menyindir satu sama lain. Seakan-akan rakyat butuh iklan murahan pencuci mata.  Lalu apakah rakyat buth itu ?, Tidak , rakyat membutuhkan pemimpin yang siap mempertanggung jwabkan kepemimpinannya. Nyatanya, sebelum menjadi presiden ataupun anggota legislatif saja, para calon melakukan hal ‘bodoh’ demi mendapatkan suara rakyat. Membuat kaos untuk rakyat, Iklan di televisi, membuat lagu , bahkan yang lebih menggelikan adalah memasang nama calon presiden beserta partai pengusung di hewan qurban .