Liburan dirumah sejujurnya sangatlah membosankan. Hanya diam
saja, paling banter mengerjakan pekerjaan rumah dan menonton TV. Sesekali
menulis dan membaca buku. Untuk membunuh kebosanan, saya pun membuka handphone
barangkali ada yang bisa diajak chatting. Tertujulah saya dengan salah satu
kontak . Yaitu guru saya SMA. Beliau adalah salah satu guru inspiratif saya
sekaligus orang yang bisa meramal saya kiranya. And she know me so well. Saya
pun menanyakan bagaimana keberangkatannya besok. Ya, karena beliau besok akan
ke Australia. For what ? Untuk menyusul suaminya. Karena suaminya berada di
Australia dan sedang melanjutkan sekolah disana. Kami berbincang tak banyak
namun isinya yang penuh makna.
Tifa at-Taqiya ...
Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..
Tampilkan postingan dengan label Nafaits Tsamarat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nafaits Tsamarat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Januari 2016
Jumat, 22 Mei 2015
Ikan, Air dan Agama
Hai Haiii. Assalamualaikum. Good day ! May you
always be blessed by Allah SWT. In this time, I just wanna share something that
I’ve got several days ago. Have a nice
read!
My lovely pals, mungkin
pernah terlintas dalam pikiran kita benak seperti ini. “ perasaan islam itu
agama paling ribet deh... ini gak boleh itu ga boleh. ribet amat”.
Bahkan dulu jujur saya pernah mikir gini , tapi waktu
masi kecil sih. “ Ih islam tuh banyak
aturan banget sii.. harus pake kerudung,
sholatnya banyak , ini itu.. apa pindah agama aja kali yaa biar nyantai “. Hhha
itu pikiran nakal saya , terus mikir lagi. “ Tapi kalo nanti gue bangun dari kubur, tau tau
masuk neraka gimana ? dan ternyata yang bener agama Islam gimana dong ? ehh gak
jadi dah “.
Yup, saya yakin buat
orang Islam yang mikir tentang dirinya dan agamanya. Dia pasti pernah mikir
kayak gitu. Kenapa karena memang pada faktanya seperti itu. Jika dibandingkan
dengan keyakinan manapun kita yang berasa paling ribet, dan paling beda. paling
beda gimana ? Lihat saja, hanya Islam yang satu-satunya mengajarkan perang.
Yang lain ? Hmm.. setahu saya gak ada. Belum lagi ada hukuman di dunia kalo
kita bermaksiat. Misalnya, ada hukuman rajam bagi yang berzina, potong tangan
bagi yang mencuri. Hingga mungkin terbesit pemikiran begini, “ Islam kok serem
amat ya, apa-apa dihukum, ini itu gak boleh “. Dan masih pemikiran lainnya.
Tapi tahukah teman-teman
? Seiring berjalannya waktu , saya pun kemudian mengkaji Islam secara bertahap.
Perlahan-lahan saya mengetahui beberapa perkara dalam Islam. Dan akhirnya pemikiran
semacam itu pun memudar, dan bahkan tak pernah terbesit lagi. Aneh ya,
logikanya jika memang sebuah ajaran itu ribet, keras, intoleran dsb.. semakin
kita mengkajinya maka kita akan semakin melihat betapa keras dan ribetnya
ajaran itu. Bener ga ? Karena pengetahuan kita semakin banyak tentang ajaran
tersebut. Namun mengapa saya justru berfikir yang sebaliknya ? Malah, sekarang
saya berfikir bahwa Islam itu luar biasa dan sangat menghargai manusia, jauh
dari apa yang sering disebut orang-orang dengan kata-kata radikal, intoleran
dsb.
Label:
#sharekebaikanyuk!,
Nafaits Tsamarat,
Quotes,
Tifa'slife
Jumat, 17 April 2015
Yakin cuma buat Allah ?
Aku pun bertanya-tanya. Apakah di hari tua nanti aku akan begitu juga ? Apakah di hari tuaku
aku bisa se-semangat beliau ? Padahal di masa muda begini saja masih
ogah-ogahan. Inikah yang dikatakan menghabiskan umur untukNya ?
Sebelumnya aku sama
sekali belum memahami betul dan menyadari sepenuhnya. Tapi melihat beliau yang
sudah tua, rasanya kita kayak ditampar berkali-kali.
Kawan, ternyata
memberikan hidup kita hanya kepada Allah itu bukan pekerjaan biasa. Namun ialah
saat hidup kita memang difokuskan hanya untuk itu. Dakwah dan berbuat kebaikan
bukanlah pekerjaan sampingan. itu artinya berdakwah dan kebaikan itu ,enjadi
aktifitas primer yang tanpanya hidup kita berasa aneh. Begitu pun akhirat, ia
bukan fokus sekunder dalam kehidupan. Melainkan fokus primer. Jika pikiran kita
itu 100 %, maka seharusnya 80 % diisi oleh pikiran bagaimana caranya agar
dakwah bisa berjalan. Bagaimana agaar kita bisa diridhoi oleh Allah. Bukan
akhirnya 40 % untuk dakwah , 60 % yang sisa untuk kuliah atau karir. Bukan. Itu berarti fokus utama kita masih dunia. Sayangnya di kenyataan , kita sering kali
berbalik. Jujur, saya Latifah Nurhidayah binti Beni Hartono.. masih demikian.
Kalo refleksi, kayaknya pikiran diotak saya lebih banyak tentang kuliah
dibanding dakwah atau perbaikan diri menuju ridha Allah. Dan kamu tahu apa ?
Tandanya kita masih menjadikan akhirat dan ridho Allah di urutan no 2.
Label:
#sharekebaikanyuk!,
Nafaits Tsamarat,
Wisethink
Jumat, 10 April 2015
Semua yang Aku Kira
Aku percaya bahwa
kehidupan orang berbeda-beda.
Di hampir 19 tahun aku
hidup di dunia. Setidaknya aku bisa mengambil pelajaran.
Bahwa keberkahan hidup
bukan dilihat dari seberapa banyak prestasi yang kau toreh.
Namun seberapa banyak
orang yang dapat merasakan kebermanfaatan dirimu.
Betapa banyak kulihat
dada orang membusung dengan segala benak puas di hatinya, namun sungguh
hidupnya sangatlah kosong.
Betapa banyak kulihat wajah
orang yang tertunduk merendah namun mereka penuh dengan kejerni hati
Rupanya selama ini aku
salah.
Mereka yang menjadi pemimpin tak selamanya yang berwajah meyakinkan.
Mereka yang menjadi pemimpin tak selamanya yang berwajah meyakinkan.
Di kehidupan nyata
kau akan melihat.
Bahwa mereka yang menjadi pemimpin rupanya adalah mereka yang bersembunyi dalam keikhlasan yang sunyi.
Bahwa mereka yang menjadi pemimpin rupanya adalah mereka yang bersembunyi dalam keikhlasan yang sunyi.
Sebab amanah hanya datang
bagi orang yang ikhlas.
Bukan mereka yang ingin selalu tampil di depan.
Bukan mereka yang ingin selalu tampil di depan.
Jumat, 27 Maret 2015
Bermimpi karena Allah
Namun, belakangan ini aku
baru saja mengalami rentetan kejadian yang mmbuat aku sedikit faham
tentang arti sebuah mimpi.
Kebanyak orang ketika dia bermimpi, ia membuatnya sesuai dengan keinginnnay. Kemudian lantas mengejarnya dan berusaha sekuat tenaga agar ia tercapai. Namun , kadang ada satu hal yang terlewat. Sebelum kamu bermimpi, mari tanyakan pada
diri kita sendiri. Kenapa kita bermimpi demikian ? Kenapa kita punya mimpi
seperti itu ? Apa tujuannya ? Apakah kita bermimpi untuk mendapatkan pujian
orang ? atau meraih prestasi diri ? atau hanya untuk kepuasan intelektual ? atau yang lain. Atau kah memang mimpi itu kita semaikan semata untuk menjadi jembatan menuju keridhoan
Allah. Sebagai contoh, misalnya kita
ingin sekali suatu hari kelak menjadi orator dalam suatu / event besar . Mari
kita tanyakan pada diri kita, untuk apa kita punya mimpi demikian ? Apakah agar
kita terlihat hebat ? Apakah karena ingin mengejar prestasi atau target pribadi
? ataukah semata karena ingin melalui lisan kitalah orang-orang tersadarkan
akan Islam ? Nah.. kurang lebih gitu.Sabtu, 07 Februari 2015
Untuk aku, kamu dan kita
“Perubahan pemikiran merupakan pemikiran yang luar biasa.
Ia bahkan lebih ajaib dari pada metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu. Ia tak
hanya mengubah penampakan luar seorang individu, namun dalam hati dan isi
kepalanya. Bahkan ia mampu melipatgandakannya dalam waktu singkat”
Saat memikirkan betapa luar biasanya Islam. Sungguh hati
kita seharusnya bergetar dan bersyukur banyak kepada Allah atas nikmat Iman yang Allah anugerahkan. Sebab , di luar sana banyak yang Allah
lepaskan naungannya disebabkan kemungkaran dan kemunafikan dalam hati mereka. Seharusnya,
menangis hati dan mata ini saat hanya mampu beramal seadanya. Sebab, sungguh perjuangan Rasulullah sangatlah
perih kawan. Amanah itu rasanya melebihi ditimpakan sluruh isi langit dan bumi.
Bahkan hingga akhir hayatnya , beliau tak mampu menafikan hal itu dan
senantiasa risau akan nasib umatnya.
Label:
Best gift for moslem,
Nafaits Tsamarat,
Quotes,
Wisethink
Rabu, 13 Agustus 2014
Citra Diri
Citra diri. Bagi sebagian orang, ini adalah hal yang sangat
penting dalam diri mereka. Hingga citra diri harus dibanguns sedemikian rupa agar
semua orang kagum padanya. Ya.Sudah merupakan hal yang wajar kita ingin selalu
dianggap baik oleh semua orang. Wajar jika diri ini ingin diperlakukan dengan
hormat, penuh dengan rasa sungkan dan kagum oleh semua orang. Ya. Itu adalah
wajar. Dan hampir semua orang ingin diperlakukan seperti itu.
Namun . rupanya terkadang diri kita tak sadar, bahwa dalam
diri kita yang terdapat gharizah baqa’ di dalamnya sering kali terdapat jebakan
Syaitan. Ya Syaitan. Yang selalu
membisiki hati ini untuk memakai topeng
pada semua orang . Sering kali diri ini
dipenuhi dengan rasa riya’. Memamerkan aktifitas kebaikan kepada semua orang.
Baik secara langsung bahkan kini merambat ke media sosial.
Label:
#sharekebaikanyuk!,
Nafaits Tsamarat,
Tifa'slife
Senin, 30 Juni 2014
the answer is ?
Achievement. Terinspirasi
dari one of my best friend, akhirnya pengen nulis ini. Kalo kamu ditanya apa
prestasi terbesarmu selama 1 tahun terakhir
? So, the anwer is ?
Biasanya kalo kita mau
masuk kerja, tes sesuatu, atau organisasi biasanya kita bakal ditanya sama
pertanyaan ini. Persis like me and my friend..
But disini gue bukan
bermaksud untuk ngasih bocoran jawaban kalo elo dikasih pertanyaan kayak gini
sama calon boss lo atau kakak tingkat lo. Bukan. But gue nulis ini supaya kita
sadar dan lebih memaknai apa arti prestasi alias achievement.
Ketika dilontarkan
pertanyaan tadi, jawaban yang muncul bermacam macam . For example, “ gue juara
1 lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional” “ gue juara.. bla.. blaa”. But ada
juga yang dengan PD nya “ prestasi terbesar saya adalah ketika saya tetap
istiqomah dalam keimanan”... ada juga “ Losing fear and dare to dream”..Tapi
buat yang pesimis, malah jawab “ saya g punya prestasi apa2”
Kamis, 15 Mei 2014
Membumikan Cinta
Membumikan cinta?
Aku terbahak-terbahak mendengarnya
Apakah cinta ku ini melangit ?
Ah, tidak juga
Namun, apakah mereka merasakannya ?
Rupanya tidak ..
Ya, aku pun mengerti
Aku terbahak-terbahak mendengarnya
Apakah cinta ku ini melangit ?
Ah, tidak juga
Namun, apakah mereka merasakannya ?
Rupanya tidak ..
Ya, aku pun mengerti
Senin, 28 April 2014
Mutiara Iman
Dari seorang saudari yang aku cintai karena Allah ..
Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.
📌Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan
wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.
📌Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan
wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
📌Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah
diuji dengan masalah keuangan.
📌Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
📌Orang yang selalu berlambat-lambat pertemuan forum dakwah karena alasan suami, istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.
diuji dengan masalah keuangan.
📌Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
📌Orang yang selalu berlambat-lambat pertemuan forum dakwah karena alasan suami, istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.
Label:
#sharekebaikanyuk!,
Nafaits Tsamarat,
Wisethink
Rabu, 12 Februari 2014
Nafaits Tsamarat #2
#1 Untuk Ketaatan atau Kemaksiatan
قال الحسن البصري رحمه الله: ما نظرت ببصري ولا نطقت بلساني ولا بطشت بيدي ولا نهضت على قدمي حتى أنظر أعلى طاعة أو على معصية؟ فإن كانت طاعة تقدمت، وإن كانت معصية تأخرت.
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Aku tidak melihat dengan mataku, aku tidak berbicara dengan lisanku, aku tidak memukul dengan tanganku, dan aku tidak bangkit dengan kedua kakiku, sehingga aku melihat apakah itu untuk ketaatan atau kemaksiatan? Jika itu untuk ketaatan, maka aku lakukan; sebaliknya jika itu untuk kemaksiatan, maka aku tangguhkan.”
Minggu, 05 Januari 2014
Nasihat untuk 'kita'
PENGEMBAN DAKWAH SEJATI
**Nasihat bagi mereka para hamilud dakwah ideologis**
Inspirasi dari Syaikh Mahmud Abdul Latif Uwaidhah
SIAPAPUN yang berkeinginan untuk melakukan aktivitas dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, maka ia harus terlebih dahulu menjadikan dirinya sebagai teladan dalam hal keutamaan, kemuliaan dan kebaikan. Islam harus tercermin di dalam dirinya; baik menyangkut berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat dan akhlak yang baik dan utama.
Jika Islam belum tercermin dalam dirinya, ia belum layak untuk mengemban dakwah. Kalaupun ia berusaha untuk melakukannya, jelas ia tidak akan pernah berhasil; kebaikan juga tidak akan pernah terwujud melalui tangannya. Seorang aktivis dakwah sudah semestinya memahami bahwa apabila ia tidak mempersiapkan dirinya agar islam terintegrasi di dalam dirinya, baik dalam berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat islami yang harus dimilikinya, berarti ia belum memenuhi kualifikasi untuk mengemban dakwah. Bahkan, ia tidak akan pernah menjadi seorang aktivis dakwah, meskipun ia telah berusaha ataupun mengklaim diri sebagai aktivis dakwah.
Inspirasi dari Syaikh Mahmud Abdul Latif Uwaidhah
SIAPAPUN yang berkeinginan untuk melakukan aktivitas dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, maka ia harus terlebih dahulu menjadikan dirinya sebagai teladan dalam hal keutamaan, kemuliaan dan kebaikan. Islam harus tercermin di dalam dirinya; baik menyangkut berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat dan akhlak yang baik dan utama.
Jika Islam belum tercermin dalam dirinya, ia belum layak untuk mengemban dakwah. Kalaupun ia berusaha untuk melakukannya, jelas ia tidak akan pernah berhasil; kebaikan juga tidak akan pernah terwujud melalui tangannya. Seorang aktivis dakwah sudah semestinya memahami bahwa apabila ia tidak mempersiapkan dirinya agar islam terintegrasi di dalam dirinya, baik dalam berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat islami yang harus dimilikinya, berarti ia belum memenuhi kualifikasi untuk mengemban dakwah. Bahkan, ia tidak akan pernah menjadi seorang aktivis dakwah, meskipun ia telah berusaha ataupun mengklaim diri sebagai aktivis dakwah.
Nafaits Tsamarat #1
1. Dua Tetes dan Dua Bekas yang Paling Dicintai Allah
Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Setetes air mata yang menetes karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tumpah di jalan Allah. Adapun yang dua bekas, maka yaitu bekas-di antaranya adalah bekas jihad-di jalan Allah, dan bekas dari melakukan kewajiban di antara kewajiban-kewajiban dari Allah.” (HR. Tirmidzi). Abdullah bin Umar, semoga Allah senantiasa meridhai keduanya berkata: “Sungguh aku meneteskan air mata karena takut kepada Allah itu lebih aku cintai daripada aku bersedekah seribu dinar.” (HR. Baihaqi dalam Sya’bul Iman)
2. Kebencian Allah Pada Hamba yang Sibuk dengan Perkara yang Tiada Guna
Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Setetes air mata yang menetes karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tumpah di jalan Allah. Adapun yang dua bekas, maka yaitu bekas-di antaranya adalah bekas jihad-di jalan Allah, dan bekas dari melakukan kewajiban di antara kewajiban-kewajiban dari Allah.” (HR. Tirmidzi). Abdullah bin Umar, semoga Allah senantiasa meridhai keduanya berkata: “Sungguh aku meneteskan air mata karena takut kepada Allah itu lebih aku cintai daripada aku bersedekah seribu dinar.” (HR. Baihaqi dalam Sya’bul Iman)
2. Kebencian Allah Pada Hamba yang Sibuk dengan Perkara yang Tiada Guna
Langganan:
Komentar (Atom)
