Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..
Tampilkan postingan dengan label #sharekebaikanyuk!. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #sharekebaikanyuk!. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

Belajar dari Semangat Para Penjajah


Pernah merasakan sebuah kefuturan ? Galau. Bimbang. Malas bergerak. Nampaknya kita benar-benar harus duduk di perpustakaan, membuka buku sejarah dan merenungi peradaban yang saat ini sedang terbalil.  Tercatat dalam sejarah bahwa Khilafah Islamiyah runtuh pada tahun 1924 yang lalu. Namun perlu kita catat, apakah itu terjadi begitu saja ? Rupanya  tidak. Dan bisa bayangkan bagaimana sebuah raksasa serta negara adidaya yang luasnya meliputi 2/3 dunia itu runtuh.. tentu bukan terjadi begitu saja. Bukan juga hanya dalam waktu 1 bulan dua bulan oleh seorang Mustafa Kemal untuk meruntuhkannya. Semua itu bermula bahkan sebelum perang salib. Di perang salib pun, sering kali kaum kafir mengalami kegagalan. Karena semangat jihad dan rasa tak takut mati yang dimiliki oleh tentara kaum musmilin. Bahkan semangat seperti ini tak pernah ada di sejarah peradaban manapun kecuali dalam tentara Islam. Walhasil mereka pun mulai membuat strategi perang baru yaitu dengan perang pemikiran. Perang fisik pun perlahan ditinggalkan dan mereka bergerilya menyebarkan paham-paham barat di tubuh kaum muslimin yang masih bersatu dalam kekhilafahan saat itu. Akhirnya, satu-persatu ikatan Islam dan kecintaan kaum Muslimin akan Islam lepas. Barulah eksekusinya terjadi pada 3 Maret 1924 di Turki.

Ini berarti upaya penghancuran sang raksasa ini sudah berjalan selama lebih dari 900 tahun dan baru runtuh pada 1924. Upaya yang keras dan ambisius bukan ? Jangan salah, untuk menghancurkan kekhilafahan mereka membutuhkan waktu yang lama dan strategi yang sangat apik. Dan mereka luar biasa sangat sabar.

Jumat, 04 Desember 2015

Dimana letak cinta kita ?

Suatu hari saya buka-buka beranda facebook lalu melihat salah seorang memposting sebuah gambar. Intinya menanyakan seberapa cinta kamu dengan dunia ? Lalu dibawahnya ada tulisan ayat. “ Berapa lamakah kamu hidup didunia ?”

Deg. Hati saya langsung tertegun. Kadang kita lupa, dengan segala kesibukan. Punya target ini , target itu. Mau ini , mau itu. Lomba ini, lomba itu. Akhirnya lupa bahwa semua itu akan berakhir tatkala kematian menyapa. Seringkali hati ini kotor, menganggap bahwa karena saya adalah orang yang mengikrarkan diri sebagai pengemban dakwah, maka Allah pastinya akan memasukan diri ini kedalam syurga. Ehh kata siapa ? Bahkan seorang ulama besar pun belum tentu masuk syurga. Apalagi kita ? Yang kadang tidak melakukan apa yang kita ucapkan. Berkoar sana sini tentang islam , tapi hanya islami diluar rumah. Bertutur kata yang baik di kampus, namun saat dikosan ghibah menjadi pembicaraan sehari-hari.

Jumat, 26 Juni 2015

Berfikir Skala Besar

Beberapa minggu yang lalu , tepatnya hampir sebulan sih sebetulnya , saya mengikuti agenda monev PKM yang diselenggarakan oleh dikti. Apaan monev? Jadi monev itu singkatan dari Monitoring dan Evaluasi. Kalo misalnya PKM ( Proposal Kegiatan Mahasiswa) kita di danai , nah akan ada monev untuk mengecek sejauh mana progres kegiatan kita .  Di agenda tersebut, kita dibagi-bagi perkelas untuk mempresentasikan di depan penguji terkait dengan kegiatan kita. Nah karena presentasinya itu gak cuma di depan penguji tapi juga peserta lain, kita yang belum maju  jadi bisa liat apa aja kegiatan yang diajukan oleh kelompok lain.

Yang akan menjadi pembahasan saya disini adalah bukan tentang mekanisme monev itu sendiri.  Tapi tentang kekaguman saya yang luar biasa dengan pemuda negeri ini. Di monev kemarin, saya benar-benar terkagum kagum dengan  mereka. Bayangkan di bandung saja.. ada sekitar lebih dari 200 tim dengan gagasan yang berbeda-beda.  Dan gagasan ini bukan sekedar gagasan biasa lho, tapi gagasan yang memang dibuat untuk kemudian memudahkan negeri ini dalam menyelesaikan masalahnya.  Ada yang membuat sistem input database kurikulum 2013,  terus ada yang buat sumber energi baru dari limbah, bikin edible film dari limbah dsb. Baik itu gagasan terkait dengan masalah sosial, maupun iptek.

Senin, 01 Juni 2015

Virus " Kotak sampah"

Pernah kah kita melihat seorang pemulung yang sangat ulet mengorek –ngorek sampah ? Dari raut wajahnya nampak ia tak risih dan sangat asyik dengan pekerjaannya itu. Sejenak, saya pun mikir apakah mereka tidak merasa kebauan dengan busuknya bau sampah tersebut. Jujur, jangankan mengorek-ngorek tumpukan sampah, lewat di tumpukan sampah saja mungkin sudah membuat kita ingin segera pergi.  Apalagi bagi pemulung atau pun tukang sampah ini bukanla pekerjaan sehari dua hari, tapi merupakan pekerjaan tetap yang di kerjakannya hampir setiap hari.

Tapi setelah mendalami di biologi (karena jurusan saya biologi), mereka betah bukan karena mereka tidak kebauan. Karena secara biologis, pasti sensor di hidung mereka mendeteksi hal itu. Lalu mengapa ? Ternyata semua itu semua karena mereka terbiasa dengan bau tersebut. Awalnya mungkin mereka pun merasa terganggu dengan bau tersebut, namun mereka sudah terlalu sering mencium bau tersebut, dan akhirnya tanpa sadar tidak menganggap bau tersebut sebagai gangguan. Tapi disini bukan itu yang menjadi titik tekan dalam tulisan saya kali ini.

Jumat, 22 Mei 2015

Ikan, Air dan Agama

Hai Haiii. Assalamualaikum. Good day ! May you always be blessed by Allah SWT. In this time, I just wanna share something that  I’ve got several days ago. Have a nice read!

My lovely pals, mungkin pernah terlintas dalam pikiran kita benak seperti ini. “ perasaan islam itu agama paling ribet deh... ini gak boleh itu ga boleh. ribet amat”.

 Bahkan dulu jujur saya pernah  mikir gini , tapi waktu masi kecil sih.  “ Ih islam tuh banyak aturan banget sii.. harus pake  kerudung, sholatnya banyak , ini itu.. apa pindah agama aja kali yaa biar nyantai “. Hhha itu pikiran nakal saya , terus mikir lagi. “  Tapi kalo nanti gue bangun dari kubur, tau tau masuk neraka gimana ? dan ternyata yang bener agama Islam gimana dong ? ehh gak jadi dah “.

Yup, saya yakin buat orang Islam yang mikir tentang dirinya dan agamanya. Dia pasti pernah mikir kayak gitu. Kenapa karena memang pada faktanya seperti itu. Jika dibandingkan dengan keyakinan manapun kita yang berasa paling ribet, dan paling beda. paling beda gimana ? Lihat saja, hanya Islam yang satu-satunya mengajarkan perang. Yang lain ? Hmm.. setahu saya gak ada. Belum lagi ada hukuman di dunia kalo kita bermaksiat. Misalnya, ada hukuman rajam bagi yang berzina, potong tangan bagi yang mencuri. Hingga mungkin terbesit pemikiran begini, “ Islam kok serem amat ya, apa-apa dihukum, ini itu gak boleh “. Dan masih pemikiran lainnya.

Tapi tahukah teman-teman ? Seiring berjalannya waktu , saya pun kemudian mengkaji Islam secara bertahap. Perlahan-lahan saya mengetahui beberapa perkara dalam Islam. Dan akhirnya pemikiran semacam itu pun memudar, dan bahkan tak pernah terbesit lagi. Aneh ya, logikanya jika memang sebuah ajaran itu ribet, keras, intoleran dsb.. semakin kita mengkajinya maka kita akan semakin melihat betapa keras dan ribetnya ajaran itu. Bener ga ? Karena pengetahuan kita semakin banyak tentang ajaran tersebut. Namun mengapa saya justru berfikir yang sebaliknya ? Malah, sekarang saya berfikir bahwa Islam itu luar biasa dan sangat menghargai manusia, jauh dari apa yang sering disebut orang-orang dengan kata-kata radikal, intoleran dsb.

Jumat, 08 Mei 2015

Berfikir Sejenak Tentang Kita

Kawan, mari kita berfikir sejenak tentang dunia ini. Aku sebelumnya tak pernah berfikir tentang hal ini. Aku hanya mengikuti arus, melihat sekitar dan mengiyakannya.  Tanpa akhirnya benar-benar berfikir secara mendalam.

Pernah kah kau berfikir ? Mengapa kini begitu menjamurnya para biduan yaang tak malu lagi bangga menampilkan dirinya di depan umum ? Padahal 14 Abad yang lalu , melalui ajaran islam yang mulia, Rasulullah telah memutus budaya jahiliyah tersebut dan memuliakan perempuan dengan segala hak dan kewajibannya .       

Pernahkah pula kau berfikir ? mengapa hari ini negeri – negeri muslim termasuk kedalam negeri-negeri miskin ? seperti ethiopia, sudan, pakistan , termasuk Indonesia ? . Padahal beberapa abad yang lalu, tanah itu hidup dalam kesejahteraan serta kemakmuran. Dan telah tertoreh oleh sejarah, bahwa  dahulu selama berabad-abad negeri tersebut dilingkupi dalam kesejahteran dibawah naungan Khilafah.

Pernahkah kau berfikir ? Mengapa sosok pemuda yang kau lihat selalu saja membuat onar, mulai dari aborsi, tawuran , narkoba,  menjadi begal , perampok dsb ? Padahal 14 abad yang lalu, pemuda justru adalah menjadi sosok yang didambakan oleh umat bukan sampah di masyarakat. Mereka menjadi ulama, dokter, pasukan jihad bahkan masuk dalam struktur pemerintahan. Luar biasa bukan ? Namun kenapa mereka berbeda ? Bukankah mereka juga sama-sama pemuda ? Bukankah usia mereka pun sama ? Bukankah mereka tela diberikan potensi yang sama oleh Allah SWT ?  Aku pun terus bertanyaa.. mengapa kondisinya berbeda ?

Jumat, 17 April 2015

Yakin cuma buat Allah ?


" Untuk siapa kita hidup ?". Pertanyaan ini baru benar-benar saya maknai  akhir akhir ini. Kala itu, ada sebuah pertemuan dimana saya bertemu dengan seorang kakek tua. Dari wajahnya secara umum, nampak dia seperti kakek –kakek biasa. Namun rupanya, di umurnya 70 tahun beliau masih bisa keluar sana sini. Pergi ke luar negeri sana sini. Buat apa ? Bukan buat rekreasi. Tapi buat bersyiar dan mendedikasikan hidupnya untuk dakwah.  Dari raut wajahnya. nampak betul bahwa yang ada di kepalanya hanyalah ttang dakwah dan umat. Begitu teduh dan perkataanya layaknya seorang ayah pada anaknya. Subhanallah.

Aku pun bertanya-tanya. Apakah di hari tua nanti aku akan begitu juga ? Apakah di hari tuaku aku bisa se-semangat beliau ? Padahal di masa muda begini saja masih ogah-ogahan. Inikah yang dikatakan menghabiskan umur untukNya ?
Sebelumnya aku sama sekali belum memahami betul dan menyadari sepenuhnya. Tapi melihat beliau yang sudah tua, rasanya kita kayak ditampar berkali-kali.

Kawan, ternyata memberikan hidup kita hanya kepada Allah itu bukan pekerjaan biasa. Namun ialah saat hidup kita memang difokuskan hanya untuk itu. Dakwah dan berbuat kebaikan bukanlah pekerjaan sampingan. itu artinya berdakwah dan kebaikan itu ,enjadi aktifitas primer yang tanpanya hidup kita berasa aneh. Begitu pun akhirat, ia bukan fokus sekunder dalam kehidupan. Melainkan fokus primer. Jika pikiran kita itu 100 %, maka seharusnya 80 % diisi oleh pikiran bagaimana caranya agar dakwah bisa berjalan. Bagaimana agaar kita bisa diridhoi oleh Allah. Bukan akhirnya 40 % untuk dakwah , 60 % yang sisa untuk kuliah atau karir. Bukan.  Itu berarti fokus utama kita masih dunia.  Sayangnya di kenyataan , kita sering kali berbalik. Jujur, saya Latifah Nurhidayah binti Beni Hartono.. masih demikian. Kalo refleksi, kayaknya pikiran diotak saya lebih banyak tentang kuliah dibanding dakwah atau perbaikan diri menuju ridha Allah. Dan kamu tahu apa ? Tandanya kita masih menjadikan akhirat dan ridho Allah di urutan no 2.  

Jumat, 27 Maret 2015

Bermimpi karena Allah

Sudah hampir 2 tahun aku kuliah. Dan Alhamdulilllah Allah memberikan banyak sekali pelajaran hidup yang luar biasa. Salah satunya dari  teman-teman sma ku yang luar biasa. Aku lihat di sosmed. Ada yang jadi ketua organisasi, jadi pembicara, jadi orator, jadi kordinator acara , lomba tingkat nasional  ini itu . Subhanallah . Bangga punya teman seperti mereka.  Kadang jadi kepikiran.. hmm aku ? Dari fakta yang aku lihat tersebut, akhirnya   banyak terselip mimpi –mimpi yang aku harapkan dapat terwujud.

Namun, belakangan ini aku baru saja mengalami rentetan kejadian yang mmbuat aku sedikit faham
tentang arti sebuah mimpi.  Kebanyak orang ketika dia bermimpi, ia  membuatnya sesuai dengan keinginnnay. Kemudian lantas mengejarnya dan berusaha sekuat tenaga agar ia tercapai. Namun , kadang ada satu hal yang terlewat.  Sebelum kamu bermimpi, mari tanyakan pada diri kita sendiri. Kenapa kita bermimpi demikian ? Kenapa kita punya mimpi seperti itu ? Apa tujuannya ? Apakah kita bermimpi untuk mendapatkan pujian orang ?  atau meraih prestasi diri ? atau hanya untuk kepuasan intelektual ? atau yang lain.  Atau kah memang  mimpi itu kita semaikan semata untuk menjadi jembatan menuju keridhoan Allah.  Sebagai contoh, misalnya kita ingin sekali suatu hari kelak menjadi orator dalam suatu / event besar . Mari kita tanyakan pada diri kita, untuk apa kita punya mimpi demikian ? Apakah agar kita terlihat hebat ? Apakah karena ingin mengejar prestasi atau target pribadi ? ataukah semata karena ingin melalui lisan kitalah orang-orang tersadarkan akan Islam ?  Nah.. kurang lebih gitu.

Sabtu, 14 Februari 2015

Forbidden Celebration


How are you today girls ? Hope you always in Allah's Blessing. In this time , I just wanna try to educate ( educate ? I think it's not match) or else.. that will show you about what kind of celebration that forbidden for us. Especially  for Muslim. Because, in fact there are many of muslims dont know kinds of celebrating that forbidden for us.

1. Perayaan Tahun Baru

Saya pernah survety sendiri di kampus... dari beberapa orang yang saya tanya terkait tahun baru. Mereka semua jawab, bahwa mereka gak tahu hukum merayakan tahun baru itu sendiri. Dan merasa hal ini boleh-boleh aja. Pertanyaanya .. emang dilarang dalam Islam ? Alasannya apa ?
Sebelum kearah sana, ada sebuah hadist nih yang artinya :

Minggu, 18 Januari 2015

Kuliah dan Ilmu

Alhamdulillaah ... akhirnya semester 3 sudah aku lewati dengan hasil yang sesuai usaha. Usaha gak tidur, sakit, begadang, mata sipit dll. Subhanallah di semester 3 ini, Allah memberi banyak sekali pelajaran hidup. Mulai dari di kehidupan ku, maupun ngambil pelajaran dari orang lain. Mungkin aku sekedar mau share  terkait dengan apa yang dulu pernah rasain .

Yang namanya kuliah itu gak semudah pas SMA dulu.Belajarnya pun kudu ekstra , harus sampai ajeg dan tidak bersisa satu pertanyaan pun. Coz, soal2 n tugas kuliah itu beda dengan sekolah, unpredictable, menyita waktu, pikiran dan tenaga. Aku yakin, apapun jurusannya pasti ngerasain kayak gitu. Nah yang kayak beginilah adaha sumber galaunya mahasiswa , dan dimulainya kekacauan dalam hidup mereka. (* yang gue liat gitu). Kalo semester 1 kayaknya sih belum mulai, tapi klo udah semester 2 ,3 dan seterusnya naahh eta tah. menurut pengamatan aku, di semester pertengahan gejala yang muncul ialah bolos kuliah, gak ngerjain tugas, tidur, cari pelarian hobby, galau mikirin nilai dan tugas yang g beres, dan ujung-ujungnya kalo ga bohongin ortu , yaa pengen nikah karena mikir itu adalah solusi. Okehh.. itu gubrak banget.

Rabu, 26 November 2014

Tentang Ego

Ego, apa sih ego  itu ? Entahlah. Ya pasti , biasanya ia dikonotasikan dengan hal negatif. Dimana naluri seseorang yang cenderung mempertahankan eksistensi dirinya. Hmm.. kalo dalam di Islam, mungkin bisa dikatakan sebagai gharizah baqa’. Berbicara tentang ego, ada beberapa hal yang unik dari ego ini. Hal ini aku sadari dari banyak hal, mulai dari pengalaman sendiri, orang lain, dan juga petuah .

Bagi kita, mungkin untuk mengukur seberapa besar ego seseorang liat saja kesehariannya. Apakah dia lebih mementingkan dirinya sendiri atau tidak. Apakah dia berfikir tentang orang lain atau tidak. Apakah tindakan dan perkataannya arogan atau enggak. Sebetulnya agak gampang nemuinnya, karena spesies ini ga sedikit. Tapi ternyata aku baru menyadari, seseorang yang egonya gede alias gharizah baqa’ nya gede gak selamanya ber’penampakan’ kayak gitu.  Bahkan bisa aja yang dari luar ayem diem aja dan kurang menonjol ternyata baqa’ atau egonya gede lo..!

Selasa, 30 September 2014

Setengah Agama

Setengah agama. Buat anak kuliahan, kayaknya kata2 itu sensitif banget. Ya.. apalagi yang punya obsesi  cepet2 nikah.. kayaknyan begitu denger kata2 itu. Skeetika hormon adrenalin meningkat, feromon menguasai tubuh dan oksitosin membuncah tapi gak tau harus ke siapa.

di kampus juga gue sering denger istilah JOSH ( jomblo sampai halal..) wueek.! , atau apalah yan kayakya menunjukan bahwa sang peggiat slogan itu adalah orang yang cinta nikah muda. Wanna know my opinion ?

Jujur, kalo kita standarkan pada hukum syara'. ga da yang salah dengan kata2 itu. Toh itu juga bagian dari syariat agama. But , kalo menurut gue ada fenomena timpang alias gak balance yang kebetulan terbaca oleh gue. And this is my opinion ! ^^

Rabu, 13 Agustus 2014

Citra Diri



Citra diri. Bagi sebagian orang, ini adalah hal yang sangat penting dalam diri mereka. Hingga citra diri harus dibanguns sedemikian rupa agar semua orang kagum padanya. Ya.Sudah merupakan hal yang wajar kita ingin selalu dianggap baik oleh semua orang. Wajar jika diri ini ingin diperlakukan dengan hormat, penuh dengan rasa sungkan dan kagum oleh semua orang. Ya. Itu adalah wajar. Dan hampir semua orang ingin diperlakukan seperti itu.
 
Namun . rupanya terkadang diri kita tak sadar, bahwa dalam diri kita yang terdapat gharizah baqa’ di dalamnya sering kali terdapat jebakan Syaitan. Ya Syaitan. Yang selalu membisiki hati ini untuk memakai topeng
pada semua orang . Sering kali diri ini dipenuhi dengan rasa riya’. Memamerkan aktifitas kebaikan kepada semua orang. Baik secara langsung bahkan kini merambat ke media sosial.

Selasa, 08 Juli 2014

Pemilu :Gara- Gara jari

Sekali lagi saya nyolong dari orang lain.. mudah-mudahan lebih kebayang :)

Alkisah, disuatu pengadilan massal yang anti korupsi, anti kolusi, dan anti gratifikasi.

HAKIM : ”Hai Fulan, kenapa anda minum minuman keras, bukankah itu perbuatan dosa dan maksiat?”

PEMABOK : ”Betul pak Hakim, saya bersalah. Tapi bukankah saya hanya bisa mabok kalau ada yang menjual minuman keras itu?”

HAKIM : ”Hai kamu pedagang miras, kenapa kamu menjual minuman keras?, bukankah menjual miras itu perbuatan dosa dan maksiyat?”

Selasa, 01 Juli 2014

Kisah Pohon Apel

Satu lagi.. saya dapet tulisan bagus. Setelah mengubek ngubek artikel di laptop. Semoga bermanfaat



Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu.

Children



Seseorang pernah bilang , “ bagi anak kecil , bahagia itu sederhana”. Aku tertegun. Hmm.. ternyata bener. Pernah liat anak kecil kan ? Bagi mereka , bahagia itu simple.
Cukup mandi bola , mereka bahagianya luar biasa. Cukup makan permen yang iklannya ada di tv, mereka sudah bahagia. Cukup diajak jalan-jalan naik sepeda ke luar, mereka sudah bahagia. Hanya dengan bermain dengan boneka nya... mereka sudah tersenyum lebar dan tertawa dengan riang. Ya... bahagianya melihat mereka bahagia.

Sabtu, 28 Juni 2014

Memaknai Kehilangan

Ceritanya ngubek ngubek email yang udah bulukan karena jarang dibuka. Maklum email saya ampe 5 biji. Ehh.. dpet kriman yang bagus nih. Dan pas banget kalo kita emang lagi dpet kejadian yang pas,.. Selamat membaca

Memaknai Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang  sangat dicintainya.
Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia  memutuskan untuk mengawetkan mayat  suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Kamis, 29 Mei 2014

Rupanya Belum



Suatu hari , sebut saja mawar. Melakukan aktifitas rutinnya untuk bertemu dengan seorang teteh yang selama ini mengajarkannya ilmu Islam. Disitu dia ebrcerita tentang banyak hal. Kemudian terceletuk dari sang teteh . “ mawar itu belum dewasa ....”. Deg,... Mawar tertegun. Bukan karena tersinggung.. tapi mencoba berfikir apa itu dewasa. 

“ Dewasa itu ketika kita mampu menundukan segala sesuatu sesuai dengan hukum syara’.. baik itu marah, senang , sedih, suka benci semua ditundukan dalam hukum syara’ “. Ya, mawar tertegunn mengingat hingga hari ini dia belum mampu myalurkan marah atau rasa tidak sukanya sesuai dengan huku syara’. Melakukan sesuatu kadang masih sesuai dengan mood, memenangkan rasa malas dalam beberapa aktifitasnya. Mawar pun kadang masih menyukai hal-hal yang belum tentu dibolehkan dalam syara’.  Mawar kembali merenung “ sekian lama.. aku mengkaji namun kedewasaan belum nampak.. “

Kamis, 15 Mei 2014

Membumikan Cinta

Membumikan cinta?
Aku terbahak-terbahak mendengarnya
Apakah cinta ku ini melangit ?
 Ah, tidak juga

Namun, apakah mereka merasakannya ?
 Rupanya tidak ..
Ya, aku pun mengerti

Senin, 28 April 2014

Mutiara Iman

Dari seorang saudari yang aku cintai karena Allah ..

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

📌Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan
wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.


📌Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah
diuji dengan masalah keuangan.

📌Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

📌Orang yang selalu berlambat-lambat pertemuan forum dakwah karena alasan suami, istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.