Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..

Minggu, 01 Juli 2012

Harga mahal untuk Hidup


Pernahkah kita melakukan sesuatu yang hebat di dunia ini ?. Gak usah di dunia deh. Pernahkah kita melakukan sesuatu yang membuat hidup orang lain berubah ? Dalam hal ini berubah ke arah yang baik lho.Mungkin beberapa dari kalian ada yang pernah, tapi untuk mayoritas dari kita sepertinya belum.
Ketika manusia diciptakan, tahukah kalian pada saat kita di alam rahim, sesungguhnya kita telah berdiskusi dan melakukan suatu kesepakatan dengan Allah SWT.Dimana kita mengakui Allah sebagai rabb kita . Dan sesungguhnya , hanya satu alasan Allah menciptakan kita sebagai manusia. Yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah. Lalu coba kita pikirkan... apakah kita sudah menjadikan hal itu sebagai tujuan utama hidup kita ? apakah beribadah kepada Allah sudah kita jadikan sebagai motto terbesar hidup kita ?

Lalu untuk apa kita hidup tapi beribadah kepada Allah tak menjadi tujuan ? pernahkah kita berfikir, ada atau tidak adanya kita berpengaruh didunia ?  jika keberadaan kita tidak berpengaruh didunia, lalu untuk apa hidup di dunia ?. jangan sampai keberadaan kita didunia ,hanya menjadi partikel sia-sia yang tak memberikan kontribusi bagi dunia.. apalagi jika kita malah menjadi zat yang tidak di inginkan dunia..

Ingat hidup kita hanya datang sekali jangan sampai bom waktu yang terus mengejar kita malah membuat kita terlena dan menyesal. Setidaknya ketika kau hidup, buatlah sebuah perubahan pada dunia, berikan kontribusimu bagi dunia, biarkan waktu kan mencatat peranmu dalam dunia yang lebih baik. Relakah nama kita masuk dalam daftar seonggok debu yang tak berguna. Ia berada di dunia , namun hanya untuk menumpang nama. Ada atau tak adanya dirinya tak mempengaruhi jalannya dunia. 

Tak malukah kita pada Sang Khalik ? Ingat! Nyawa adalah harga yang sangat mahal. Namun kenapa kita membayar  hal berharga dengan berbuat yang tak berguna ?. Kenapa kita tak memberikan bakti suci pada sang Khalik ?. Seharusnya kita malu..! Sehina apapun kita, se-sia-sianya kita Allah tetap memberikan segala nikmatnya untuk makhluknya. Lalu masihkah kita menjadi manusi munafik dan tak berguna bagi sang Khalik dan dunia. Bukankah kita adalah umat terbaik ? tapi mana sumbangan peradaban kita untuk dunia ? . Tak inginkah kaum muslimin dipandang dunia ? Apakah kita akan tetap berdiam diri saat kaum kafir bilang “ inikah kaum muslimin yang dibanggakan itu ?”. Tentu tidak kawaaann..
Just one message for you friends “ jadilah sang mutiara kebangkitan, ia lahir bukan untuk kesia-siaan namun untuk sebuh perubahan!” Sayf atTaqiya96

Tidak ada komentar:

Posting Komentar