Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..

Jumat, 22 Februari 2013

Paradoks Negeriku


                                                     
Bukan menjadi rahasia lagi, bahwa negeri ini adalah sarang dari berbagai masalah. Negeri yang katanya tampat bermukim kaum muslimin terbesar dunia. Negeri yang katanya mempunyai sejuta  kekayaan dari sang Rabb. Negeri yang katanya mempunyai penduduk yang ramah. Ternyata menyimpan beribu masalah didalamnya.

Padahal negeri ini katanya sudah merdeka selama 68 tahun, tapi perangainya layak berumur remaja. Penuh dengan ulah, dan tak mengerti lagi apa maunya. Pemerintah yang dzolim, rakyat yang menderita, ummat yang enggan kembali pada aturan Rabb, orang-orang yang mementingkan kepentingan pribadi. Tidakkah kalian semua melihat hal itu ?

Sabtu, 26 Januari 2013

Akhirnya Sadar


Melihat tingkah orang lain, terkadang membuat kita sadar seberapa buruknya perbuatan itu. Sebagai contoh bohong. Terkadang untuk orang yang sering bohong, dia harus melihat orang berbohong didepan matanya sendiri untuk tau seberapa buruknya hal itu.

Sama dengan hal yang lain. Belakangan ini, Allah mungkin sedang menyuruhku untuk menjadi lebih dewasa. Ketika aku ngelihat salah satu temen yang ngomel-ngomel tentang sesuatu. Aku jadi tahu betapa bruknya perbuatan yang namannya MENGELUH. Aku jadi benar benar risih dengan dia. Sebab, setiap dia mengomentari sesuatu pasti keluhan yang keluar ataupun pikiran negatif lainnya.  Dan aku pun sadar, sering atau pun tidak aku sering melakukan hal itu.  Aku ingat waktu ibuku bilang, " Teh, kalo caranya gitu masalah 1 bisa jadi 1000.." kurang lebih gitu redaksinya. Aku pun mikir, emangnya kalo ngeluh masalah kelar ? kalo ngeluh tiba-tiba semua berubah ? nggak, semua malah jadi sulit.

Kebiasaan mengeluh kayaknya udah ada dari kecil. Maklum, aku anak pertama yang salah didikan, jadi kurang dewasa di banding adik-adik. Ketika aku mendapat kondisi sulit ataupun sakit, pasti aku mengeluh. Dan ternyata baru sadar , kalo kebiasaan itu buruk banget. Sebetulnya sadarnya gak baru banget sih, cuma kadang dasarnya aja kebiasaan.

Ya .. lagi-lagi Allah menunjukan kasih sayangnya buat aku. Sekali lagi Allah mengingatkanku dengan cara yang halus dan menusuk hatiku. Cukup dengan teman, aku sudah tersadarkan. Jujur kalo aku inget-inget  masa sebelum aku sadar, rasanya aku pengen teriakkk. Saking malunya sama diri sendiri yang buruk banget. Yaahh, terkadang aku bertanya ama diriku sendiri..”Pengemban dakwah kayak begini tif..?ngurusin diri sendiri aja belum becus”. Asli kalo aku bertanya sama diriku sendiri tentang itu, pengen lompat dan teriak dan mukul diri sendiri. Karena sebagai manusia, aku belum bisa memberikan yang terbaik buat AgamaKu.

Ya,, masa depan tinggal jalani. Emang sih, gak ada gunanya nginget2 masa lalu. Tapi buat pelajaran hidup boleh kan?. Untuk sekarang,... Lihat aja.. sebentar lagi akan muncul tifa yang hebat, tifa yang jarang menangis, tifa yang selalu Istiqomah, tifa gak pernah mengeluh, tifa yang dekat dengan TuhanNYa, Tifa yang akan menjadi Ibu pencetak generasi unggul.. ngemeng-ngemeng.. jadi inget lirik ini.. pokoknya aku suka banget lagunya citra-kemenangan cinta..
“Linang air mata besarkan jiwaku, aku berlari dengan cinta ku... aku harus kuat mewujudkan mimpiku....”

dan buat temen-temenku, please ingetin aku kalo aku buat kesalahan... karena teman yang baik bukan yang selalu disisi kita, tapi teman yang membawa kita kearah kebaikan

Rabu, 23 Januari 2013

Kota Memalukan


Perasaan baru aja kerasa euforia tahun baru yang dilaksanakan meriah di jakarta. Ampe – ampe para stasiun tv pun meliputnya khusus. Ditambah lagi, ini adalah momen bersejarah bagi rakyat jakarta khususnya dibawah kepemimpinan jokowi. Berbagai rasa terima kasih pun muncul kepada pemkot DKI jakarta atas media hiburan bagi warga jakarta ini.

Namun, sayangnya kurang lebih dua minggu pasca itu, jakarta pun diterjang banjir yang super menggegerkan. Ini bukan banjir biasa. Bayangkan aja, ampe istana kepresidenan aja  kena banjir. Malu-maluin gak sih?.ckckck.                                                                   (Embarassing city)

Yup, baru saja 2013 di mulai. Tapi Indonesia sudah di buat pusing akibat permasalahan di ibukota. Haloo.. ini ibukota cuy. Logikanya di ibukotalah para pejabat membuat solusi, tapi justru di sinilah maslah dimulai. Banjir memang bukan hal yang baru bagi kota jakarta, mengingat ini merupakan “event” tahunan yang kayaknya wajib untuk kota besar ini. Namun, pengalaman yang sudah bertahun-tahun ini nampaknya tidak dimanfaatkan pemerintah jakarta untuk membuat resolusi bagi permasalahan kotanya. Liat aja, banjir sudah bertahun-tahun lamanya menerjang jakarta. Tapi kenapa baru 2013 di perbaiki?. Kenapa baru ada musibah seperti ini pemerintah bergerak?. Lantas, sedari dulu apa yang dilakukan pemerintah ? ckck.

Senin, 31 Desember 2012

cerita sang tukang kayu

Ini adalah salah satu surat yang saya dapat dari teman saya lagi.., semoga ini bisa menjadi kisah inpiratif bagi kita semua.
Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dariprofesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimana pun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukangkayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya.Namun ia juga tidak bisa memaksa.Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya. Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati. 

Sabtu, 29 Desember 2012

Dakwah bukan sekedar semangat


Bagi para muslim yang sudah tahu bagaimana seharusnya hidup ini di abdikan , hanya satu kata yang ada di otak kita. Yaitu dakwah. Ya.. kata-kata ini seharusnya menjadi ukiran abadi di hati kita. Ibarat jantung,maka ia hanya akan berhenti ketika Allah telah memutus mata rantai kita di dunia yaitu kematian.

Berbagai perjuangan bisa kita lakukan lewat apa saja, selama sesuai dengan thariqah Rasul. Seperti melakukan pembinaan, menulis, lewat audio visual dll. Bahkan seminimalnya , setidaknya hanya mengingatkan sahabat saja sebetulnya itu seudah merupakan akitfitas dakwah. Namun harus disadari bahwa dakwah bukanlah aktifitas biasa yang bisa disamakan dengan aktifitas lain seperti belajar, bekerja, mengurus rumah dll. Namun lebih dari sekedar itu. Sebab dakwah ialah pengorbanan.

Senin, 24 Desember 2012

Rumus 'walaupun'


Suatu hari seseorang yang merasa dirinya sakit, mencoba untukmenyembuhkan sakitnya ke seorang dokter alternatif. Sebab, meski sudah berobat berulang kali ke dokter biasa dan minum obat. Penyakitnya tak mampu juga diobati. Belakangan diketahui penyakitnya berkaitan dengan otak.
Namun sebelumnya sang dokter bukannya menanyakan kondisi kesehatan, namun menanyakan bagaimana kondisi sosialnya.

“ sebelumnya, bisa diceritakan kondisi saudara di tempat saudara tinggal ?” sang dokter bertanya.
Sang pasien menjawab “hmm.. baik-baik saja”

“ Apakah anda nyaman dengan kondisi yag anda alami sekarang ?”

“ nyaman sih dok, tapi.. terkadang saya terganggu dengan kebisingan sehingga saya sulit untuk menyelesaikan pekerjaan saya”

“ sebetulnya saya bisa saja menjadi orang yang ramah tapi tetangga saya terlalu kasar ketika berbicara dengan saya”

Minggu, 23 Desember 2012

Ingatlah cerita sang ulat


Ingatlah cerita sang ulat
 Hendaknya kini seekor ulat telah berubah
Meski dunia telah tertawa melaihatku
Meski kini aku bukan siapa-siapa
Meski aku terlihat layaknya buih dilautan
Meski usia ku layaknya pada baru tanam