Tifa at-Taqiya ...

Write your dream on the paper with a pencil hope, and let Allah erases some part to change with great story..

Senin, 17 Februari 2014

Seniman Cinta

The power of Love.
Itulah hal yang aku dapatkan di 2 minggu terakhir ini.

Dakwah. Satu kata namun memiliki makna yang lebih. Dakwah itu pengorbanan. Dakwah itu kasih sayang. Dakwah itu kegigihan. Dakwah itu cinta.

Terkadang ketika kita hendak menyebarkan risalahnya di suatu belahan bumi, segala target, strategi, alur sudah kita tata dengan rapi. Semangat membara terus menyala hingga kita menghadapi para dahagawan yang haus akan ilmu. Namun , terkadang kita lupa menyisipkan satu hal yang penting dalam setiap aktifitas penyadaran ditengah-tengah umat. Apa itu ? Cinta. Tentunya cinta karena Allah.

Jujur, nulis ini juga asa gimna gitu, Tapi ini adalah kenyataan. Terkadang kita terlalu bersemangat membantah argumen orang lain, hingga kita terkadang lupa dan sesekali memakai ego. Padahal hakikatnya itu adalah cinta. Dan cinta itu tak harus menghakimi. Tak harus mengikis nurani. tapi bagaimana Islam sampai ke hati.

Rabu, 12 Februari 2014

Nafaits Tsamarat #2

#1 Untuk Ketaatan atau Kemaksiatan


قال الحسن البصري رحمه الله: ما نظرت ببصري ولا نطقت بلساني ولا بطشت بيدي ولا نهضت على قدمي حتى أنظر أعلى طاعة أو على معصية؟ فإن كانت طاعة تقدمت، وإن كانت معصية تأخرت.
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Aku tidak melihat dengan mataku, aku tidak berbicara dengan lisanku, aku tidak memukul dengan tanganku, dan aku tidak bangkit dengan kedua kakiku, sehingga aku melihat apakah itu untuk ketaatan atau kemaksiatan? Jika itu untuk ketaatan, maka aku lakukan; sebaliknya jika itu untuk kemaksiatan, maka aku tangguhkan.”

Minggu, 09 Februari 2014

Something 'banget'

Terinspirasi dari blog temenku yang menceritakan miraclenya dalam dakwah. Aku juga jadi pengen share tentang pertolongan Allah yang luar biasa di semester pertama kemarin. Yang bener-bener membuat aku bersyukur.

Well.. semua orang tahu aku anak BIOLOGI. Yang sejatinya senang banget berinteraksi dengan makhluk hidup. Namanya juga bio. Dan kebanyakan anak biologii itu fobia banget ama satu pelajaran. Apa itu ? Fisika. Why ? karena jelas kita harus membayangkan sesuatu yang gak hidup, sesuatu yang gak keliatan kayak panas, aliran listrik, elektron dll. Belum lagi rumus-rumusnya yang puyeng abis.

Waktu pertama masuk biologi, kirain gak bakalan ada tuh pelajaran kayak begituan.. kirain mah murni biologi kayak morfologi tumbuhan, zoologi , anatomi dll. Ternyata ? huftt ketemu lagi ama begituan. Dan you know nilai uts saya berapa ? ni mah jujur jujuran yaa.. 30-an.Pertama kli liat.. agak nyesek sii. Tapi aku mah nyantai ja.. toh bukan anak fisika hhha. Klo biologi yng segitu baru dah ngamuk.

Senin, 27 Januari 2014

Menunggu

  
“ Y memang cuma itu. Cuma pertemanan yang diikat oleh satu pemikiran yang benar2 kuat ...”. seorang senior menasihatiku . Aku mengangguk mengiyakan.

6 bulan sudah, hidup dilingkungan yang baru. Berinteraksi dengan orang-orang yang baru. Latar belakang yang baru, pemahaman yang baru serta pemikiran yang berbeda-beda. Sudah 6 bulan, pula aku merasakan ada yang aneh ketika aku berinteraksi. Bukan aneh, tapi perasaan yang sepertinya hilang .

Akhir-akhir ini intinya aku menyadari sesuatu. Bahwa persahabatan sejati, hanya akan didapat ketika kita memilikan satu pemikiran dan perasaan yang sama. Ketika keinginan kita sama2 ingin ditundukan pada hal yang sama. Ketika aqidah menjadi landasan dan menutupi semua ego yang lahir disana.  Ketika itu semua terwujud dalam persahabatan kita, maka  kamu akan merasakan sebuah ikatan irasional yang kadang tak sampai akal untuk terjadi.

Rabu, 15 Januari 2014

Eliminasi Pembaca

" Tulisan itu akan mengeliminasi pembaca tif.. "

ketika denger kata-kata itu, aku terhenyak .. lalu sang teteh mengulangi " Iya... konten tulisan itu akan mengeliminasi pembaca ..."

Ketika kita menulis tentu kita mengharapkan banyaknya reader yang membaca karya kita. entah apa itu tulisannya. Bahkan status di FB , atau twitter sekalipun . Salah satu alasan menulis dan memajangnya pasti karena ingin dilihat . Meskipun alasan itu ditambah dengan "embel2" lain... entah itu karena Allah, ataupun yang lain.  Nah yang pasti ingin dibaca.

Minggu, 05 Januari 2014

Nasihat untuk 'kita'

PENGEMBAN DAKWAH SEJATI **Nasihat bagi mereka para hamilud dakwah ideologis**

 Inspirasi dari Syaikh Mahmud Abdul Latif Uwaidhah

 SIAPAPUN yang berkeinginan untuk melakukan aktivitas dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, maka ia harus terlebih dahulu menjadikan dirinya sebagai teladan dalam hal keutamaan, kemuliaan dan kebaikan. Islam harus tercermin di dalam dirinya; baik menyangkut berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat dan akhlak yang baik dan utama. 
 
Jika Islam belum tercermin dalam dirinya, ia belum layak untuk mengemban dakwah. Kalaupun ia berusaha untuk melakukannya, jelas ia tidak akan pernah berhasil; kebaikan juga tidak akan pernah terwujud melalui tangannya. Seorang aktivis dakwah sudah semestinya memahami bahwa apabila ia tidak mempersiapkan dirinya agar islam terintegrasi di dalam dirinya, baik dalam berbagai pemikiran, hukum, maupun sifat-sifat islami yang harus dimilikinya, berarti ia belum memenuhi kualifikasi untuk mengemban dakwah. Bahkan, ia tidak akan pernah menjadi seorang aktivis dakwah, meskipun ia telah berusaha ataupun mengklaim diri sebagai aktivis dakwah.

Nafaits Tsamarat #1

1.  Dua Tetes dan Dua Bekas yang Paling Dicintai Allah

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Setetes air mata yang menetes karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tumpah di jalan Allah. Adapun yang dua bekas, maka yaitu bekas-di antaranya adalah bekas jihad-di jalan Allah, dan bekas dari melakukan kewajiban di antara kewajiban-kewajiban dari Allah.” (HR. Tirmidzi). Abdullah bin Umar, semoga Allah senantiasa meridhai keduanya berkata: “Sungguh aku meneteskan air mata karena takut kepada Allah itu lebih aku cintai daripada aku bersedekah seribu dinar.” (HR. Baihaqi dalam Sya’bul Iman)

2. Kebencian Allah Pada Hamba yang Sibuk dengan Perkara yang Tiada Guna